Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Ketua MPR Sampaikan Sejumlah Capaian Pemerintahan Jokowi

Ahad 20 Okt 2019 21:28 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo saat acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berjabat tangan dengan Presiden Joko Widodo saat acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad (20/10).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Menurut Bamsoet, pembangunan ekonomi telah banyak mencapai kemajuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan sejumlah pencapaian pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya sambutan pada pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Bamsoet mengatakan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pembangunan ekonomi telah banyak mencapai kemajuan. 

Baca Juga

"Kita mencatat, di saat negara-negara lain ekonominya melambat, pertumbuhan ekonomi kita selama lima tahun terakhir ini kecenderungannya terus mengalami peningkatan," kata Bamsoet dalam pidatonya, Ahad (20/10).

Ia juga menyatakan angka pengangguran Indonesia terus menurun. Selain itu, penduduk miskin juga terus mengalami penurunan.

"Bahkan mencapai angka terendah dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni mencapai 9,41 persen dari sebelumnya 11,22 persen pada tahun 2015," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, upaya pemerataan pembangunan juga menunjukkan kinerja yang membaik yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini. Indeks Pembangunan Manusia juga diklaim terus mengalami peningkatan.

Bahkan, kini tidak ada lagi provinsi dengan tingkat Indeks Pembangunan Manusia yang rendah. "Konektivitas antar wilayah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar telah mulai dirasakan manfaatnya," kata dia.

"Akselerasi pembangunan infrastruktur yang difokuskan pada konektivitas di sepanjang rantai pasok telah menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, dan industri, termasuk koperasi, usaha kecil mikro dan menengah," ungkap politikus Partai Golkar tersebut. 

Tidak hanya itu, Bamsoet menuturkan, dalam catatannya lima tahun terakhir, hasil dari dana transfer ke daerah dan dana desa sudah dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat. Manfaat ini melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik.

Misalnya, akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni dari pendidikan anak usia dini sampai dengan Sekolah Menengah Atas sederajat. "Selain itu, melalui dana alokasi khusus fisik, Pemerintah juga sudah berhasil membangun berbagai infrastruktur bagi masyarakat," kata dia.

Misalnya, peningkatan jalan, penyelesaian pembangunan jembatan, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan laboratorium sekolah, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi, pembangunan rumah dan peningkatan kualitas rumah, serta rehabilitasi sarana dan prasarana kesehatan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler