Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

In Picture: Sebelum Dilantik Jokowi Menerima Tamu Negara

Ahad 20 Oct 2019 14:41 WIB

Rep: Antara/ Red: Yogi Ardhi

Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan sejumlah kepala negara di ruang kredensial, Istana Merdeka, Ahad (20/10). Kunjungan sejumlah tamu negara ini diselenggarakan pada pagi hari sebelum pelantikan Presiden dan Wapres di Gedung MPR.

Sejumlah kepala negara yang akan diterima Presiden Jokowi pada pagi hari ini yakni Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison beserta Jenny Morrison.

Selain itu, Presiden juga akan menerima kunjungan Perdana Menteri Republik Singapura Lee Hsien Loong beserta Ho Ching, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, serta Raja Eswatini Raja Mswati III beserta Ny. Siphelele Mashwama.

Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Usai menerima para kepala negara, Presiden kemudian bertolak menuju Gedung MPR bersama Ma'ruf Amin untuk upacara pelantikan. Pelantikan Presiden dan Wapres periode 2019-2024 ini akan berlangsung pada pukul 14.30 WIB.

Kemudian, pada malam harinya, Presiden akan menerima kembali courtesy call Wakil Presiden dan utusan dari berbagai negara di ruang kredensial, Istana Merdeka. Mereka di antaranya yakni Wakil Presiden Republik Rakyat China Wang Qishan, Wakil Presiden Republik Sosialis Viet Nam, Đặng Thị Ngọc Thịnh, dan Wakil Presiden Republik Uni Myanmar, Henry Van Thio.

Sedangkan sejumlah utusan khusus negara sahabat yang hadir yakni dari utusan khusus Presiden Republik Korea, Noh Young-min; utusan Khusus Presiden Filipina, Theodoro Locsin Jr; utusan khusus Perdana Menteri Jepang Nakayama Norihiro; utusan khusus Presiden Persatuan Emirat Arab, Sheikh Nahyan Mabarak Al Nahya; utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Hon. Elaine L. Chao.

Sumber : Antara

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA