Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Nasihat UAS untuk Mahasiswa Perantauan

Sabtu 19 Oct 2019 17:25 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Ratna Puspita

Ustaz Abdul Somad (UAS)

Ustaz Abdul Somad (UAS)

Foto: dok. ist
UAS mengatakan menjadi mahasiswa adalah fase kehidupan yang patut disyukuri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan tinggi di kota atau negara lain. UAS mengatakan tidak semua orang dapat menikmati pendidikan tinggi.

Baca Juga

Ia mengatakan menjadi mahasiswa adalah fase kehidupan yang patut disyukuri.  Namun, menurut UAS, seseorang kadang harus meninggalkan kampung halaman untuk menempuh studi lanjutan. 

Karena itu, UAS mengatakan, seorang mahasiswa hendaknya tidak mudah menyerah, meskipun jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta. "Selalu mohon doa orang tua. Tumbuhkan niat dalam diri untuk membahagiakan mak (ibu) dan ayah," ujar UAS saat berbincang dengan Republika.co.id, Sabtu (19/10).

"Kuatkan akidah. Yakinlah pada datangnya pertolongan Allah," sambung dia. 

Alumnus Universitas al-Azhar Mesir itu meneruskan, mahasiswa dapat melatih diri untuk disiplin, baik di dalam maupun luar kampus. Bila waktunya belajar, misalnya, jangan sampai terlena dengan macam-macam distraksi.

Ia juga berpesan janganlah tugas yang seharusnya dikerjakan justru terlalaikan. "Ada target dalam hidup. Kejar dengan usaha, doa dan tawakkal," kata alumnus Darul Hadis Maroko itu. 

Ia menambahkan interaksi sosial juga penting. Jangan hanya karena tempat merantau, seseorang justru mengisolasi diri dari lingkungan sekitar. Seharusnya, seorang perantau menerapkan prinsip 'di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.'

UAS menyarankan, jadilah mahasiswa Muslim yang hatinya selalu terpaut pada masjid di manapun berada. "Seluruh bumi yang kita pijak ini milik Allah. Orang-orang yang kita hadapi, banyak yang hamba Allah. Jangan timbul rasa sunyi di manapun kita berada," tutur UAS. 

"Mantapkan ibadah. Shalat lima waktu berjamaah, apalagi kalau laki-laki. Gabungkan diri dengan jamaah masjid. Berbaik-baiklah dengan masyarakat. Barinduak samang," lanjut peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu. 

Terakhir, UAS mengingatkan para mahasiswa agar menatap masa depan. Sebab, seorang mahasiswa atau mahasiswi kelak akan menjadi suami atau istri seseorang. Artinya, membina keluarga yang islami. Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin. 

"Jangan boros. Biasakan menabung," ucap mubaligh kelahiran Asahan, Sumatra Utara itu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA