Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Istigatsah, Siswa SMKN 1 Sayung Doakan Pelantikan Presiden

Jumat 18 Oct 2019 17:41 WIB

Rep: Bowo Pribadi / Red: Nashih Nashrullah

Siswa/ siswi SMKN 1 Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah menggelar istigotsah dan doa bersama bagi kelancaran acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden trrpilih periode 2019- 2024, yang akan dilaksanakan 20 Oktober 2019 lusa.

Siswa/ siswi SMKN 1 Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah menggelar istigotsah dan doa bersama bagi kelancaran acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden trrpilih periode 2019- 2024, yang akan dilaksanakan 20 Oktober 2019 lusa.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Pelantikan presiden akan digelar Ahad (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK—Ratusan siswa SMKN 11 Sayung, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, Jawa Tengah melaksanakan istigatsah doa bersama untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca Juga

Istigatsah dan doa bersama, yang juga diikuti para guru maupun segenap karyawan di SMKN 1 Sayung, ini dilaksanakan dengan khusyuk, di halaman sekolah setempat, Jumat (18/10),

Kepala SMKN 1 Sayung, Santoso, mengatakan istigatsah dan doa bersama ini dilaksanakan dalam rangka kelancaran pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI serta mendoakan kelancaran kepemimpinan nasional, periode 2019–2024.

Sehingga bisa mewujudkan Indonesia maju dan sejahtera dalam kepemimpinan lima tahun mendatang. “Kami semua ingin agar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019, lusa bisa berjalan lancar. Indonesia tetap aman dan damai,” katanya.

Menurutnya, ini menjadi ihtiar seluruh warga sekolah ini agar agenda bangsa yang bakal digelar dalam beberapa hari lagi tersebut, juga bisa berlangsung dengan aman tanpa ada gangguan apapun.

Sehingga walaupun hanya dengan duduk lesehan serta menggunakan alas seadanya, semuanya tetap melantunkan shalawat dan ayat-ayat Alquran dengan khusyuk.

Cara ini dipilih pihak sekolah dari pada harus ikut turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Sehingga ini sekaligus bentuk penolakan terhadap rencana aksi demo pada acara pelantikan pemimpin negara tersebut.

Maka seluruh guru, segenap karyawan dan siswa SMKN 1 Sayung, Demak menolak keras ajakan atau pengerahan siswa untuk turut unjuk rasa jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden nanti. Sebab sudah menjadi kewajiban bagi seluruh siswa untuk fokus belajar dan pengembangan kemampuan diri melalui pendidikan di sekolah.

Demonstrasi bukan ranahnya anak- anak atau siswa sekolah. “Ide, gagasan ataupun aspirasi dapat disalurkan melalui kegiatan yang lebih produktif dan kreatif di sekolah, sehingga lebih bermanfaat bagi kemajuan siswa dan sekolah,” tandasnya.// n bowo pribadi

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA