Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

PLN Sasar Industri Makro dan Mikro di Sulawesi Tenggara

Jumat 18 Oct 2019 12:55 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Interkoneksi jaringan atau tol listrik pln di sulawesi

Interkoneksi jaringan atau tol listrik pln di sulawesi

Foto: Republika
Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Tenggara sudah mencapai 97,12 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan Sulawesi Tenggara telah terinterkoneksi, ditandai dengan tersambungnya ruas transmisi antara Malilili dan Lasusua. Sehingga daya mampu yang dapat dievakuasi dari sistem Sulsel ke Sultra sebesar 400 MW dapat membuka peluang investasi bisnis dari pelanggan Industri di Provinsi Sulawesi Tenggara.

General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu menjelaskan bahwa saat ini PLN siap melayani kebutuhan listrik investor di Sulawesi Tenggara. “Kami siap melayani investor kapanpun, di mana pun, dan berapa pun dayanya, interkoneksi ini memberi peluang kepada investor untuk berinvestasi tanpa khawatir akan pasokan energi listrik, sistem kami pun semakin andal karena adanya penurunan beban.” kata Ismail, Jumat (18/10).

Salah satu pelanggan industri makro PLN, yaitu PT Ceria Nugraha Indotama, perusahaan tambang yang memiliki smelter nikel telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) layanan khusus Premium Platinum bersama PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) dengan daya 350 MVA (1/10). Selain sektor Industri Makro, PLN juga menyasar pelanggan Industri Mikro di Sulawesi Tenggara.

Salah satunya konversi energi dari genset ke listrik daya 197 kVA oleh pengusaha penggilingan padi UD Sinar Swastika di Kabupaten Konawe. Dengan konversi tersebut pelanggan dapat menghemat biaya produksi sebesar 30 persen sampai 50 persen setelah beralih menggunakan listrik.

Pemilik dari usaha tersebut Ketut Swastika mengatakan keuntungan yang didapatkan adalah tidak ada biaya untuk pembelian solar dan pemeliharaan material karena genset sudah di nonaktifkan.

“Dengan menjadi pelanggan PLN, kami banyak menghemat, biaya untuk pembelian solar sudah tidak diperlukan, banyak sekali kendala memakai genset, semenjak menjadi pelanggan PLN kami bisa menghemat banyak.” Kata Ketut.

Rasio Elektrifikasi di Sulawesi Tenggara sudah mencapai 97,12 persen serta proyeksi pertumbuhan pelanggan besar di Sulawesi Tenggara pada tahun 2025 adalah sebesar 710 MW. Sampai dengan saat ini di Provinsi Sulawesi Tenggara sudah ada empat pelanggan industri yang sudah menandatangani SPJBTL dengan keseluruhan total daya sebesar 634 MVA.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA