Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

PGN Penuhi Kebutuhan Gas Lewat Integrasi Moda Transportasi

Kamis 17 Okt 2019 14:17 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Dwi Murdaningsih

Sumber gas bumi PGN.

Sumber gas bumi PGN.

Foto: PGN
PGN membuat moda transportasi gas berbasis pipa maupun nonpipa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terus memperluas jaringan infrastruktur. Hal ini upaya PGN dalam memenuhi kebutuhan gas bumi yang terus meningkat. Khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Baca Juga

PGN juga berupaya guna mencapai bauran energi minimal 22 persen pada 2024 seperti yang ditargetkan pemerintah. "Khusus di Jawa Timur, tidak hanya berupa jaringan pipa transmisi dan distribusi, PGN juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) Terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, Teluk Lamong, Surabaya," ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama di Stasiun Penerima Gas PGN di Kalisogo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (17/10).

Rachmat menyampaikan, dalam membangun LNG terminal berkapasitas 40 BBTUD itu, PGN bekerja sama dengan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Pembangunan LNG Terminal yang terbagi dalam tiga fase itu ditargetkan bakal beroperasi akhir tahun ini dan rampung keseluruhan pada 2023 mendatang.

"Tahun ini LNG Terminal berkapasitas 40 MMscfd (million standard cubic feet per day) diharapkan dapat beroperasi. Total kapasitas 180 MMscfd beroperasi penuh pada 2023 mendatang," ucap Rachmat.

Sementara fase kedua adalah pembangunan Terminal pengisian LNG skala kecil menggunakan ISO Tank ukuran 20-40 kaki container. Pembangunan ini untuk mendistribusikan gas alam cair di luar sistem pipa ataupun menggunakan truk.

Sedangkan fase ketiga yakni pembangunan tangki LNG permanen ukuran 50 ribu cbm dan dapat ditingkatkan hingga 180 cbm. Rachmat menyebut, LNG Terminal itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur.

Keberadaan LNG Terminal di Teluk Lamong itu diharapkan jadi langkah antisipatif jika ada kendala terkait pasokan gas bumi di Jatim. Sebab, dia katakan, selama ini, pasokan gas di Jatim hanya mengandalkan sumur gas Kontrak Kerja Sama minyak dan gas di sekitar wilayah tersebut.

"Secara konsep besar pengelolaan ketahanan pasokan di Jawa Timur dan nasional pada umumnya, tak hanya untuk Jatim, keberadaan LNG Terminal Teluk Lamong itu juga bakal mendukung pasokan gas bumi untuk wilayah lain," ucap Rachmat.

Rachmat menambahkan, integrasi moda transportasi gas bumi baik berbasis pipa maupun nonpipa yang diupayakan dapat menjangkau seluruh wilayah pasar. Hal ini agar pemanfaatan gas bumi domestik dapat meningkat.

Selain fasilitas Terminal LNG Teluk Lamong akan meregasifikasi pasok LNG dan dialirkan ke jaringan pipa, ucap Rachmat, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk pengisian LNG trucking dengan memanfaatkan ISO tank yang dapat mendistribusikan kebutuhan gas bumi ke wilayah yang belum dijangkau infrastruktur pipa.

"Diharapkan fasilitas tersebut bisa jadi solusi dan sarana untuk membuka pasar ritel baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah, terlebih jika jika pipa transmisi Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer rampung," ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA