Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Film Bebas Sukses Pertemukan Geng SMA

Kamis 17 Oct 2019 12:39 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Indira Rezkisari

Riri Riza

Riri Riza

Foto: ROL/Abdul Kodir
Riri Riza mendapat respons yang sangat pribadi dari penonton film Bebas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rupanya euforia film Bebas mampu membuat remaja yang pernah besar di 1990-an, merasakan kilas balik, bahkan secara positif telah berhasil menyambung tali silaturahmi yang mungkin telah lama terputus. Misalnya salah seorang teman dari sutradara film Bebas Riri Riza, yang menonton film tersebut bersama geng SMA-nya dulu.

“Saya banyak dapat respons yang sangat pribadi banget, dari yang serius jadi yang omongin teman SMA. Bahkan ada salah satu teman sesama sutradara yang bilang, kalau dia menonton bareng geng SMA-nya,” kata Riri Riza.

Padahal ketika membicarakan film, teman sesama sutradara ini biasanya akan membicarakan teknis seperti pengambilan gambar, dan lainnya. Tapi untuk film Bebas ia mendapatkan respons yang benar-benar menyangkut ke rasa dan nostalgia.

“Ini yang penting, rasanya. Film kita menjadi perasaan yang membekas lebih dalam bagi penontonnya. Tentu saja banyak temuan perbandingan antara film baru ini dengan film Sunny (film Bebas diadaptasi dari film Korea ini), lalu kemudian buat ulasannya. Tapi ulasannya asik-asik sih sejauh ini,” kata Riri lagi.

Film dan lagu telah menjadi kesempatan bagi Riri, untuk memotret masa dan menyentuh esensinya. Ia mengaku dahulu juga pernah menjadi seorang musisi, dan mengetahui betul bagaimana perkembangan musik khususnya di era 1980-an, 1990-an, hingga 2000-an.

Pada 19980-1990-an, Riri merasa musik-musik di dunia itu stagnan, namun baru mulai booming ketika pada 1992 muncul genre musik baru yakni musik heavy metal dari Amerika dan wilayah barat. Dari situ lah kemudian hadir musik rock hingga booming juga di Indonesia.

“Mudah-mudahan film Bebas bisa membawa sejarah yang dibarengi dengan teknologi itu. Dan kita ini kalau ada karya harus disimpan, karena 30 tahun ke depan siapa tau ada yang mau memainkan lagu kita. Misalnya lagu Maizura,” kata Riri.

Film Sunny sendiri sebenarnya mengambil latar remaja 1987, sementara film Bebas mengambil latar remaja 1995-1997. Dan alasannya, karena pada era 1990-an itu lah musik Indonesia berjaya dan bervariasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA