Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Siswa SLB N 2 Indramayu 'Prakerin' di Bengkel Motor

Rabu 16 Oct 2019 12:42 WIB

Red: Agus Yulianto

guru pembimbing  Wildan Akbar Rizky Riyadi SPd, dan peserta didik pilihan mengunjungi Bengkel Motor Karya Perdana Indramayu.

guru pembimbing Wildan Akbar Rizky Riyadi SPd, dan peserta didik pilihan mengunjungi Bengkel Motor Karya Perdana Indramayu.

Foto: Foto: Istimewa
Mereka akan melaksanakan praktik di bengkel selama sebulan penuh.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 2 Indramayu bekerja sama dengan bengkel motor Karya Perdana Indramayu, membuka praktik kerja industri (Prakerin). Melalui Prakerin ini, peserta didik diharapkan tidak mengalami kendala yang berarti dalam penerapan ilmu pengetahuan dasar yang menjadi pilihannya. 

Pada Senin (14/10), Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Indramayu Dedi Mulyana SPd, guru pembimbing  Wildan Akbar Rizky Riyadi SPd, dan peserta didik pilihan mengunjungi Bengkel Motor Karya Perdana Indramayu. Maksud dan tujuan kunjungan adalah menyerahkan para peserta didik untuk melaksanakan prakerin di bengkel tersebut.

Dedi mengatakan, praktik kerja industri ini adalah kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pembelajaran yang dilaksanakan di dunia usaha atau dunia industri yang relevan dengan dengan kompetensi (kemampuan) siswa sesuai bidangnya. Dalam pelaksanaannya, kata dia, dilakukan dengan prosedur tertentu.

"Bagi peserta didik yang bertujuan untuk magang disuatu tempat kerja, baik dunia usaha maupun di dunia industri, setidaknya sudah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang yang digelutinya atau sudah mendapatkan bekal dari pembimbing di sekolah untuk memiliki ilmu-ilmu dasar yang akan diterapkan dalam dunia usaha atau dunia Industri," katanya dalam keterangannya yang diterima Rebublika.co.id, Rabu (16/10).

Dedi menjelaskan, alasan utama mengapa peserta didik harus memiliki bekal ilmu pengetahuan dasar sesuai bidangnya. Ini, kata dia, agar dalam pelaksanaan praktek kerja industri, peserta didik tidak mengalami kendala yang berarti dalam penerapan ilmu pengetahuan dasar yang dipilihnya.

"Di sisi lain, kemungkinan besar dalam proses praktik kerja industri, mereka akan mendapatkan ilmu-ilmu baru yang tidak diajarkan di sekolahnya," ujar Dedi.

Berdasarkan MOU perjanjian kerja antara SLB Negeri 2 Indramayu dan Bengkel Motor Karya Perdana disebutkan peserta didik adalah Moh Egi Rochyadi dan Rhidwan Maulana. Keduanya akan melaksanakan prakerin tersebut selama sebulan penuh dan akan didampingi guru pembimbing Wildan Akbar Rizky Riyadi SPd. 

Dikatakan Wildan, semua proses perijinan sudah ditempuh, dari mulai izin orang tua, lembaga sekolah, dan tentunya dari Bengkel karya Perdana. "Dengan adanya Prakerin ini diharapkan para peserta didik agar mampu menyiapkan mental mereka selepas lulus dari Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Indramayu untuk berani bersaing di dunia kerja," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA