Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Jaga Asa ke Euro 2020, Pelatih Swiss: Tugas Belum Berakhir

Rabu 16 Okt 2019 11:04 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic

Pelatih Swiss Vladimir Petkovic

Foto: EPA / WALTER Bieri
Di atas kertas, Swiss lebih diuntungkan ketimbang Irlandia dan Denmark.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertarungan Grup D Kualifikasi Euro 2020 semakin sengit. Itu setelah timnas Swiss berhasil membungkam pemimpin klasemen Republik Irlandia dengan skor 2-0 di Stadion Geneva, Rabu (16/10) dini hari WIB.

Pasca-laga pelatih Swiss Vladimir Petkovic menegaskan tugas anak asuhnya belum berakhir. "Hasilnya tidak berarti banyak di grup. Kami masih perlu mendapatkan kemenangan di dua laga berikutnya," kata Petkovic purnalaga dilansir laman resmi UEFA, Rabu (16/10).

Kekalahan atas Denmark 0-1 pada laga sebelumnya menjadi triger bagi Fabian Schaer dan kawan-kawan untuk mengusung tiga poin ketika menjamu Republik Irlandia di hadapan pendukung sendiri.

Hasilnya, tim berjuluk Schweizer Nati sukses mengantongi kemenangan lewat gol Haris Seferovic pada menit ke-16 dan gol bunuh diri Shane Duffy menit ke-90. Swiss bisa saja unggul 3-0 namun eksekusi penalti Ricardo Rodriguez gagal membuahkan gol. "Itu penampilan yang bagus. Kami harus menunjukkan reaksi setelah kekalahan dari Denmark, dan itu telah kami lakukan," sambung Petkovic.

Praktis, hasil ini tetap menempati Swiss di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 11 angka, hanya kalah satu angka di belakang Irlandia dan Denmark di kursi kedua. Posisi ini juga membuat belum ada tim yang dipastikan lolos ke putaran final dari Grup D.

Untuk itu, Petkovic mengingatkan anak asuhnya apabila perjalanan belum tuntas dan sangat penting mengemas enam angka dari dua laga ke depan. "Jika kami mendapatkan angka yang kami butuhkan melawan Georgia dan Gibraltar, kami dapat mengalihkan perhatian kami ke Euro 2020."

Di atas kertas, Swiss tentu lebih diuntungkan ketimbang dua pesaing di atas. Sebab, dua laga nanti hanya menghadapi dua tim non-favorit, Georgia, serta juru kunci Gibraltar. Sementara, pada laga pamungkas pada 19 November Republik Irlandia bakal bersua Denmark.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA