Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Kemenristekdikti Buka Kesempatan Mahasiswa Kuliah di AS

Selasa 15 Oct 2019 20:50 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir melihat fasilitas yang ada di dalam Smart Libraryi Rumah Ilmu Unnes, di kompleks kampus Sekarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, usai acara peresmian, Jumat (27/9).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir melihat fasilitas yang ada di dalam Smart Libraryi Rumah Ilmu Unnes, di kompleks kampus Sekarang, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, usai acara peresmian, Jumat (27/9).

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Mulai 2020, Kemenristekdikti akan seleksi mahasiswa sarjana berkuliah magister di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan mulai 2020, Kemenristekdikti akan menyeleksi mahasiswa sarjana untuk melanjutkan pendidikan magister di Amerika Serikat. Ia mengatakan ada 100 mahasiswa pada tahap awal.

Baca Juga

"Mulai 2020, kami akan membuka kesempatan pada mahasiswa terbaik untuk kuliah di Amerika Serikat. Untuk tahap awal ada 100 mahasiswa, tahun berikutnya lagi kami harapkan bisa 200 mahasiswa," katanyausai menghadiri anjangsana mahasiswa Beasiswa Program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Jakarta, Selasa (15/10).

Untuk perekrutan, Kemenristekdikti akan melakukan seleksi mahasiswa terbaik mulai dari Aceh hingga Papua. Tahapan pendaftaran dimulai Februari 2020.

Syarat utamanya adalah memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,5. Kemudian mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi.

Ia menambahkan pemerintah sudah menjalin kerja sama dengan University of Chicago, Amerika Serikat. Para mahasiswa terpilih itu akan kuliah di kampus itu mulai dari magister hingga doktoral.

"Untuk tahap awal fokusnya adalah sains komputer. Tahun berikutnya bisa berubah lagi fokusnya sesuai kebutuhan," katanya.

Para mahasiswa itu, kata dia, akan dibiayai oleh pemerintah AS. Saat ini, Kemenristekdikti berkoordinasi dengan Kedubes AS di Jakarta.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hal itu merupakan bagian dari program manajemen talenta Presiden Jokowi, yakni dengan membentuk "kopassus ilmuwan". "Mereka ini, mahasiswa terbaik Indonesia diseleksi untuk kuliah ke luar negeri dan nantinya akan kembali mengabdi di Indonesia di berbagai bidang," katanya.

Para mahasiswa terbaik itu, akan kuliah di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia. Selama ini, masih sedikit mahasiswa Indonesia yang kuliah di perguruan tinggi top dunia. "Kalau dibandingkan mahasiswa China dan India, kita jauh tertinggal," katanya.

Untuk tahap awal yakni di University of Chicago, yang masuk ke dalam 10 besar universitas top dunia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA