Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Hingga September, OJK Terima 279.111 Pengaduan Konsumen

Rabu 16 Oct 2019 03:16 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

OJK

OJK

Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Tingkat penyelesaian layanan konsumen akumulatif mencapai 98,04 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat layanan konsumen menerima 279.111 layanan hingga September 2019. Adapun layanan konsumen tersebut mencakup sebanyak 44.189 layanan penerimaan informasi (laporan), sebanyak 230.533 layanan pemberian informasi (pertanyaan) dan sebanyak 4.389 layanan pengaduan.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan jumlah pengaduan tersebut, tingkat penyelesaian layanan secara akumulatif yang dilakukan OJK sebesar 98,04 persen. 

“Tingginya tingkat penyelesaian pengaduan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk dan jasa keuangan,” ujarnya saat acara FinExpo & Sundownrun 2019 di Restoran Madame Delima, Jakarta, Selasa (15/10).

Menurut Tirta adanya Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dapat memperkuat dukungan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan inklusi keuangan. Alhasil, dapat memantapkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta membuka akses keuangan untuk sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, pergadaian, dana pensiun dan fintech.

Bersamaan dengan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BK) sejalan dengan bentuk implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, juga akan dilakukan pencanangan Hari Indonesia Menabung (HIM).

“Tujuannya untuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan dan budaya menabung,” ucapnya.

Sementara Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menambahkan pemerintah akan membuat aksi hari menabung nasional. Adapun kegiatan ini bernama "Aksi Indonesia Menabung".

"Membudayakan supaya mereka bisa saving untuk pembangunan Indonesia, maka berharap pendanaan dari luar berkurang maka saving-nya kuat akan memperkuat ekonomi Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA