Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Tingkatkan Literasi dan Edukasi Ekonomi Syariah di Lombok

Selasa 15 Oct 2019 16:58 WIB

Red: Gita Amanda

Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Sutan Emir Hidayat menghadiri penandatangan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi “Peran KNKS dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Syariah yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Sutan Emir Hidayat menghadiri penandatangan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi “Peran KNKS dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Syariah yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Foto: UIN Mataram
Awareness dan literasi merupakan elemen fundamental mengembangkan ekonomi Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Lombok memiliki potensi besar dalam mengembangkan pariwisata halal. Menurut Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) berada di posisi pertama sebagai pariwisata paling ramah terhadap wisatawan Muslim mengungguli destinasi lain di Tanah Air.

Baca Juga

Kamis (12/10), Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) Sutan Emir Hidayat menghadiri penandatangan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi “Peran KNKS dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Syariah yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

“Awareness dan literasi merupakan elemen fundamental dalam mengembangkan ekonomi Syariah. Oleh karena itu, diperlukan program edukasi dan riset yang fokus terhadap ekonomi Syariah guna memaksimalkan potensi ekonomi Indonesia,” ujar Emir dalam siaran persnya.

Dalam sambutannya, Emir mengapresiasi UIN Mataram atas peranannya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal untuk mendukung pariwisata Halal di provinsi NTB. UIN Mataram telah menawarkan program studi pariwisata halal sejak tahun ajaran 2017/2018, imbuhnya.

Dalam sosialisasi ini, Emir memaparkan 6 permasalahan SDM dan Riset Ekonomi Syariah Indonesia, salah satunya adalah sebagian besar program studi ekonomi Syariah pada perguruan tinggi di Indonesia masih belum memiliki kualitas yang baik. Kualitas program studi ini berdampak terhadap kuantitas dan kualitas hasil sumber daya manusia ekonomi Syariah di Indonesia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA