Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Anak Kalsel Dapat Pengetahuan tentang Manfaat-Bahaya Obat

Senin 14 Oct 2019 16:38 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Obat obatan minum obat  peringatan obat keras Ilustrasi minum obat-obatan minum obat peringatan obat keras

Obat obatan minum obat peringatan obat keras Ilustrasi minum obat-obatan minum obat peringatan obat keras

Foto: REPUBLIKA/YOGI ARDHI
IAI Kalsel memberikan edukasi manfaat-bahaya obat-obatan kepada anak-anak setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Pengurus cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel, membekali pengetahuan tentang obat-obatan kepada anak sejak dini. Dengan begitu, anak-anak diharapkan mengetahui dan paham tentang bahaya obat-obat terlarang.

"Peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat di kalangan pelajar mengusik kepedulian beberapa pihak untuk membekali pengetahuan tentang obat-obat kepada anak sejak dini," kata Ketua PC IAI Kabupaten HSU Lukmanul Hakim di Amuntai, Senin.

Lukmanul mengatakan, pengurus cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus melaksanakan sosialisasi mengenai obat-obatan kepada para siswa kali ini di SDN Sungai Malang 4 Amuntai seiring dengan memperingati Hari Apoteker sedunia 25 September. Menurutnya, anak terjebak dalam penyalahgunaan obat karena mereka minim pengetahuan akan manfaat dan bahaya obat.

Baca Juga

Di lain sisi, Lukmanul mencermati, pengawasan orang tua dan guru tidak sepenuhnya bisa menjaga mereka dari permasalahan ini. "Kami membekali anak untuk mengenali obat-obatan, manfaat dan bahayanya agar mereka terhindar dari penyalahgunaan obat," ucapnya.

Kali ini, para pengurus PC IAI memperkenalkan berbagai jenis dan merek obat dan kegunaannya, juga simbol dan logo yang tertera di kemasan obat, termasuk tentang dosis dan kadaluarsa obat. Pihaknya juga fokus membekali para dokter cilik dan anggota UKS agar ketika mereka membantu rekan siswa lain yang perlu obat tidak keliru dalam memberikan jenis obat dan dosisnya.

"Barangkali karena agak lama tidak berinteraksi dengan pihak puskesmas dan guru, mereka lupa terhadap jenis obat tertentu," tuturnya.

Melalui kegiatan pengenalan obat-obatan kepada siswa sejak dini di sekolah ini pihak IAI juga bermaksud merekrut beberapa siswa untuk menjadi duta apoteker. Nantinya, para duta apoteker ini akan menjadi mitra IAI dalam kampanye pencegahan penyalahgunaan obat sekaligus sosialisasi kepada siswa lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA