Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

WEF: Singapura Jadi Negara Paling Kompetitif se-Dunia

Selasa 15 Oct 2019 05:38 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Ekonomi Paman Sam Kalah Sama Negara Asia Tenggara Ini! Gara-Gara . . . .. (FOTO: Reuters/Edgar Su)

Ekonomi Paman Sam Kalah Sama Negara Asia Tenggara Ini! Gara-Gara . . . .. (FOTO: Reuters/Edgar Su)

Singapura menjadi negara dengan ekonomi paling kompetitif sedunia, menyalip Amerika

Warta Ekonomi.co.id, --- Singapura menjadi negara dengan ekonomi paling kompetitif sedunia, menyalip Amerika Serikat (AS). Negeri Singa memimpin dari segi infrastruktur, termasuk kualitas jalan serta efisiensi pelabuhan dan bandara.

Hal itu diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) dalam Laporan Daya Saing Global 2019. Singapura, beserta Vietnam dinilai terkena dampak positif dari perang dagang antara China dan AS yang telah memicu ketidakpastian ekonomi.

“Sistem keuangan dan stabilitas ekonomi makro Singapura juga menaikkan peringkatnya,” tulis laporan itu, dilansir dari Kr-Asia, Senin (14/10/2019).

Baca Juga: Paman Sam Mau Berhenti Boikot Huawei, Benar Enggak Nih?

Namun, Negeri Singa dinilai perlu mempromosikan kewirausahaan dan lebih meningkatkan basis keterampilan bila ingin menjadi pusat inovasi global.

Di sisi lain, Vietnam naik ke peringkat ke-67 dari posisi ke-77 karena faktor minggatnya sejumlah pabrik dari China menuju wilayah mereka.

Sementara, Indonesia jatuh ke posisi 50, turun lima tingkat dari tahun sebelumnya. Laporan itu menyerukan Tanah Air untuk meningkatkan akses masyarakat ke teknologi. Indonesia perlu memanfaatkan potensi ukuran pasar dan stabilitas ekonomi makronya.

India turun 10 tempat dari tahun lalu dan menduduki peringkat ke-68 karena kurangnya keterbukaan perdagangan dan perlindungan hak-hak pekerja.

Hong Kong jadi ekonomi paling kompetitif ketiga di dunia, naik empat tempat dari tahun lalu, didorong oleh perbaikan di sektor kesehatan dan sistem keuangannya. Tapi masa depan wilayah China suram, mengingat protes prodemokrasi yang sedang berlangsung di sana.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA