Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

CIMB Niaga Syariah Targetkan Pembiayaan 30 Persen

Senin 14 Oct 2019 16:08 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Petugas melayani transaksi nasabah di Bank CIMB Niaga Syariah, Jakarta, Rabu (7/11).

Petugas melayani transaksi nasabah di Bank CIMB Niaga Syariah, Jakarta, Rabu (7/11).

Foto: Republika/Prayogi
Pertumbuhan pembiayaan CIMB Niaga Syariah ditopang oleh pembiayaan korporasi dan KPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CIMB Niaga Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh 30 persen pada tahun ini. Target pembiayaan ini cenderung stagnan dengan tahun lalu. 

Baca Juga

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji Djajanegara mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai strategi guna mendorong target pembiayaan pada tahun ini.

"Dalam mencapai 30 persen melakukan strategi, secara absolut number berbeda supaya 30 persen tahun depan akan tercapai," ujarnya kepada wartawan di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (14/10).

Menurutnya perusahaan mempertimbangkan kualitas penyaluran pembiayaan. Pada semester satu 2019, pembiayaan CIMB Niaga Syariah tumbuh sebesar 31,6 persen year on year (yoy) menjadi Rp 27,96 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang dari segmen Business Banking sebesar Rp 16,33 triliun dan Consumer Banking Rp 11,63 triliun. Adapun kontributor utama bersumber dari pembiayaan Korporasi dan Mortgage atau KPR Syariah.

"Pembiayaan yang kami lakukan selalu didasari dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan, sehingga kami bisa menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di bawah rata-rata industri perbankan syariah," jelasnya. 

Sementara dari sisi pendanaan, per 30 Juni 2019 CIMB Niaga Syariah berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 27,17 triliun, tumbuh 37,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyokong utama pertumbuhan pendanaan tersebut berasal dari segmen Consumer Banking.

Dengan realisasi kinerja tersebut, kata Panji, semester satu 2019 CIMB Niaga Syariah dapat menambah aset menjadi Rp 38,22 triliun atau naik 56,9 persen year on year.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA