Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Pekan Ini IHSG Berpeluang Menghijau

Senin 14 Oct 2019 09:37 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Seorang mengunjung memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
IHSG akan diperdagangkan di level 6.047 – 6.197.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan akan menguat. Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSG akan diperdagangkan di level 6.047 – 6.197.

Menurut Nico, penguatan ini didominasi pengaruh sentimen eksternal terutama hubungan dagang AS-China. Amerika dan China menyepakati garis besar perjanjian perdagangan parsial pada hari Jumat kemarin.

"Kami berysukur pada akhirnya, Amerika dan China insaf akan segala kekhilafan yang selama ini dilakukan yang membuat pertumbuhan ekonomi global merasakan tekanan dan perlambatan global akibat perang dagang yang ditimbulkan oleh kedua Negara ini," kata Nico, Senin (14/10). 

Kesepakatan yang pertama, China secara signifikan akan meningkatkan pembelian komoditas pertanian dari Amerika. China juga menyetujui langkah langkah perjanjian kekayaan intelektual, dan konsesi dengan hal hal yang terkait dengan jasa keuangan dan mata uang.

Sementara dari Amerika, mereka akan menunda kenaikkan tarif pada minggu depan karena ada beberapa kesepakatan yang belum diselesaikan. Tapi sebagai sebuah catatan, kenaikkan tarif pada Desember belum dibatalkan, meskipun kesepakatan pertama sudah berhasil.

Pada akhirnya, kesepakatan ini merupakan yang pertama dari 18 bulan perang dagang yang telah berlangsung. Trump dan Xi Jinping akan menandatangani perjanjian tersebut pada November di Chili.

Baca Juga

"Meskipun kami melihat beberapa masalah besar tetap ada, tapi kami yakin bahwa hal ini akan menjadi langkah pertama bagi Amerika dan China untuk rukun kembali," kata Nico.

Xi Jinping berharap bahwa kedua belah pihak akan melakukan semua prinsip dan arahan yang telah disetujui bersama. Dia juga berharap kedua negara bisa bekerja sama untuk memajukan hubungan China dan Amerika berdasarkan koordinasi, kerjasama, dan stabilitas.

Sementara itu, Trump mengatakan bahwa masalah yang terkait dengan Huawei Technologies bukan bagian dari kesepakatan pada Jumat kemarin. Kesepakatan Huawei akan dibahas pada fase kedua negosiasi. 

Trump mengatakan bahwa apabila Amerika dan China mencapai kesepakatan, maka Trump akan langsung menandatanganinya tanpa harus melalui persetujuan kongres yang panjang. Atas hal ini, seluruh pasar saham global mencatatkan warna hijau.

Selain kesepakatan dagang AS-China yang membaik, lanjut Nico, hubungan dagang antara China dan India juga turut memberikan sentimen positif. Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi telah setuju untuk membahas perdagangan. Sebelumnya kedua negara juga sempat beritegang.

China adalah mitra dagang terbesar kedua India dengan perdagangan bilateral saat ini sebesar 87 miliar dolar AS dan kedua belah pihak menargetkan 100 miliar dolar AS dalam rentang waktu hingga 2020. Modi mengatakan bahwa penting RCEP menjadi seimbang, dan keseimbangan harus dipertahankan dalam perdagangan barang, jasa dan investasi.

Xi menyambut India dengan mengatakan bahwa China siap untuk mengambil tindakan dengan tulus pada bagian perdagangan, dan akan membahasnya dengan cara yang sangat konkret tentang bagaimana mengurangi defisit perdagangan.

Pada perdagangan Jumat lalu, (11/10) IHSG ditutup menuguat 82 poin atau 1,36 persen ke level 6.105. Sektor industri dasar, aneka industri, infrastuktur, barang konsumsi, property, pertambangan, perdagangan, dan keuangan bergerak poitif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 477,8 triliun.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA