Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Cina dan India Capai Kesepakatan Dagang dan Investasi

Ahad 13 Oct 2019 15:03 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Friska Yolanda

Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi bersalaman di Mamallapuram, India.

Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi bersalaman di Mamallapuram, India.

Foto: Press Information Bureau via AP
Pertemuan India dan Cina membahas berbagai masalah termasuk perdagangan dan pariwisat

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- india dan Cina telah mencapai kesepakatan untuk membentuk mekanisme baru terkait perdagangan dan investasi. Menteri Luar Negeri India Vijay Gokhale mengatakan kedua negara sama-sama menganggap perlu adanya kerja sama dalam persoalan regional dan global.

Dilansir Anadolu Agency, Ahad (13/10), Gokhale pada Sabtu (12/10) kemarin menuturkan, presiden cina xi jinping siap mengambil langkah untuk mengurangi defisit India dalam perdagangan bilateral. Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi mengadakan pertemuan tingkat tinggi di India, Sabtu kemarin waktu setempat. Pada hari kedua pertemuan yang berlangsung di negara bagian selatan Tamil Nadu, Xi dan Modi membahas berbagai masalah termasuk perdagangan dan pariwisata.

Meski demikian, Gokhale memastikan bahwa pertemuan informal antarpemimpin kedua negara itu tidak menyinggung masalah yang kini tengah menimpa Jammu dan Kashmir. "Masalah Kashmir tidak diangkat dan dibahas pada pertemuan," tutur dia.

Namun Gokhale melanjutkan, kedua negara sepakat harus saling bekerja sama untuk menghadapi tantangan terorisme. Pertemuan kedua pemimpin negara itu berlangsung sekitar lima setengah jam dalam sehari. Kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan tingkat delegasi. Setelah pertemuan puncak, Xi bakal langsung bertolak ke Nepal.

Xi tiba di India selatan pada Jumat (12/10) untuk mengadakan pembicaraan dengan Modi. Disebutkan bahwa pertemuan itu terkait upaya menghentikan penurunan hubungan atas wilayah Jammu dan Kashmir. Di sisi lain, pertemuan kedua pemimpin negara juga berlangsung di tengah protes anti-China yang tersebar di kelompok-kelompok Tibet.

Menjelang kedatangan Xi Jinping, polisi sempat menahan ketua Kongres Pemuda Tibet, Gonpo Dhondup, dan 11 pelajar Tibet di beberapa lokasi, termasuk di bandara dan jalan raya yang menuju ke tempat pertemuan puncak.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA