Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Seberapa Menarik Investasi di ORI016?

Ahad 13 Okt 2019 14:10 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolanda

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 016 di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (2/10). ORI ditawarkan dengan kupon 6,8 persen.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, meluncurkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 016 di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (2/10). ORI ditawarkan dengan kupon 6,8 persen.

Foto: Humas Kemenkeu
Pasar obligasi cenderung konsolidasi namun dengan arah yang masih positif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah telah menerbitkan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI016 dengan kupon yang ditawarkan sebesar 6,80 persen per tahun. Penawaran ORI ini dimulai sejak 2 Oktober 2019 lalu hingga 24 Oktober 2019.

Baca Juga

Ditujukan untuk investor ritel, ORI016 bisa dibeli mulai dari Rp 1 juta dan kelipatannya, dengan maksimal pembelian senilai Rp 3 miliar per individu. ORI016 memiliki tenor tiga tahun dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah periode tahan hingga pembayaran kupon pertama pada 15 Desember 2019.

Lalu, apakah investasi di ORI016 cukup menarik bagi investor ritel?

Menurut Analis fixed income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra, investasi di ORI016 dengan kupon sebesar 6,8 persen lebih menarik dibandingkan investasi di deposito. Meskipun terdapat potongan pajak, jumlah imbal hasil yang ditawarkan tetap lebih besar.

"Imbal hasil yang ditawarkan adalah 6,8 persen per tahun. Dimana untuk wajib pajak pribadi dikenakan pajak atas bunga sebesar 15 persen maka yang akan diterima oleh investor sebesar 5,78 persen," jelas Made kepada Republika.co.id, akhir pekan kemarin.

Imbal hasil yang ditawarkan kepada investor ini masih lebih tinggi dibandingkan deposito, dimana untuk rata-rata deposito dengan jangka waktu 12 bulan saat ini ada di kisaran 6,2 persen. Adanya pajak deposito yang sebesar 20 persen, akan mengurangi keuntungan yang didapat investor hingga hanya sebesar 4,96 persen.

Adapun komisi untuk mitra distribusi dalam hal ini sebagai agen penjual tidak diambil dari bagi hasil yang 6,8 persen itu, namun merupakan fee yang diberikan oleh pemerintah kepada mitra distribusi yang telah memasarkan ORI kepada investor.

Made menyarankan agar para investor ritel berinvestasi di pasar obligasi, salah satunya ORI016. Apalagi saat ini pasar obligasi cenderung konsolidasi namun dengan arah yang masih positif.

"Dengan adanya peluang kembali diturunkannya suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika yang kemungkinan juga akan dilakukan oleh Bank Indonesia menjadikan instrumen Obligasi menjadi pilihan investasi yang menarik," kata Made.

Begini simulasi investasinya, menurut perhitungan Republika.co.id:

Investasi ORI016 senilai Rp 5.000.000 dengan kupon sebesar 6,8 persen.

- Imbal hasil kotor per tahun: Rp5.000.000 x 6,8 persen = Rp 340.000

- Per bulannya: Rp 340.000: 12 = Rp 28.333

- Pajak ORI 15 persen = Rp 28.333 x 15 persen = Rp 4.250

-Keuntungan bersih per bulan : Rp 28.333 – Rp 4.250 = Rp 24.083

- Imbal hasil dari kupon selama 3 tahun = Rp 24.083 x 36 bulan = Rp 866.988

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA