Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Awal Musim Hujan, Bencana Landa Sejumlah Kecamatan Sukabumi

Ahad 13 Oct 2019 13:05 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Ani Nursalikah

Warga melihat tebing yang longsor di Kampung Bojongkaung, Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Warga melihat tebing yang longsor di Kampung Bojongkaung, Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Di awal musim hujan, bencana longsor dan banjir mulai marak terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Dampaknya sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan sebagian lainnya terancam.

Data Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, bencana tersebut misalnya terjadi di Kecamatan Nagrak, Cibadak, dan Kalapanunggal. "Bencana dilaporkan mulai banyak terjadi di awal musim hujan," ujar Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman kepada Republika.co.id, Ahad (13/10).

Bencana tersebut diantaranya banjir di Kampung Cinumpang RT 03 RW 01 Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (12/10) malam. Banjir terjadi akibat Hujan deras yang terjadi pukul 20.00 WIB dan kurang lancarnya aliran drainase dan kurang padatnya tanah talud.

Hal itu mengakibatkan debit air meningkat pada bagian atas talud belakang Puskesmas Nagrak. Dampaknya, saluran drainase dan tanah sekitaran atas talud ambles.

Bahkan, kata Eka, luapan air mengalir ke pinggiran talud dan menggerus tebing disamping talud. Kondisi ini mengancam empat unit rumah warga. Bencana juga berdampak pada saluran irigasi dan jalan lingkungan.

Menurut Eka, petugas BPBD langsung melalukan penanganan ke lokasi kejadian. Selain itu berkoordinasi dengan Pemdes Nagrak Utara, Staf PKM Nagrak, dan warga setempat. BPBD terus mengimbau kepada masyarakat agar waspada khawatir terdapat kejadian serupa.

Selanjutnya kejadian bencana pergerakan tanah di Kampung Cipurut RT 25 RW 07, Kecamatan Kalapanunggal. Longsor tersebut dengan volume panjang kurang lebih 100 meter lebar rekahan satu-tiga sentimeter.

Eka mengatakan, bencana ini berdampak pada saluran irigasi serta bahu jalan kabupaten. Bencana juga terjadi di Kampung Sinagar RT 14 RW 05 Desa Gunung Endut Kecamatan Kalapanunggal.

Volume panjang longsor kurang lebih 50 meter dan lebar rekahan mulai dari satu-30 sentimeter dengan kedalaman 200 sentimeter. Longsor berdampak pada 1 unit rumah bagian belakang rusak ringan dan lima unit rumah terancam.

"Bencana terjadi akibat hujan intensitas tinggi Sabtu sekira pukul 16.30 WIB dan pukul 17.15 WIB terjadi longsor," kata Eka.

Baca Juga

Taksiran kerugian yang diakibatkan masih dalam pengkajian. Terakhir, bencana bencana pergerakan tanah melanda Kampung Benda RT 05 RW 06 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/10). Dampaknya ada dua rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat sedang.

Sejumlah bencana ini dapat menjadi perhatian warga agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Langkah ini dilakukan karena musim hujan berpotensi menyebabkan banjir maupun longsor.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA