Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Boeing Cabut Posisi Chairman dari Dennis Muilenburg

Ahad 13 Oct 2019 12:31 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolanda

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Pekerja merakit Boeing 737 MAX 8 di fasilitas perakitan pesawat di Washington, Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Ted S. Warren
Muilenburg diarahkan untuk fokus pada kegiatan operasional harian.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jajaran pemegang saham Boeing sepakat mencabut posisi CEO Dennis Muilenburg dari posisinya sebagai chairman perusahaan. Keputusan ini diambil sebagai perubahan strategi yang diumumkan pada Jumat (11/10), beberapa jam setelah panel penerbangan global mengkritik perkembangan permasalahan 737 Max.

Baca Juga

Dilansir Reuters, Sabtu (12/10), Muilenburg diarahkan untuk fokus pada kegiatan operasional harian. Kebijakan ini diambil dewan Boeing setelah berdikusi selama beberapa pekan terakhir. Tujuannya, meningkatkan pengawasan eksekutif terhadap peringkat teknik dan operasi industri.

"Keputusan ini merupakan yang terbaru dari beberapa tindakan oleh dewan direksi dan kepemimpinan senior Boeing untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan proses manajemen keselamatan," ujar pihak Boeing.

Direktur Utama David Cahoun yang juga seorang direktur pelaksana senior di Blackstone Group akan mengambil alih jabatan sebagai ketua non-eksekutif. Di sisi lain, dewan Boeing tetap menaruh kepercayaan penuh pada Muilenburg yang akan mempertahankan posisi teratas dan tetap berada di jajaran dewan.

Keputusan perubahan strategi muncul di saat Boeing berjuang untuk mengembalikan Boeing 737 Max ke layanan penerbangan. Hal ini menyusul larangan tidak boleh terbang (grounded) terhadap jenis pesawat tersebut di seluruh dunia pasca mengalami dua kecelakaan fatal dalam lima bulan yang menewaskan 346 orang.

Pada pertengahan Maret 2019, pesawat 737 Max milik Ethiopian Airlines jatuh dan menewaskan 157 orang. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah kecelakaan serupa terjadi pada pesawat Lion Air akhir Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang. Saat ini, Boeing sedang diinvestigasi oleh otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS).

Kebijakan 'mencabut' Muilenburg juga terjadi sekitar enam bulan setelah ia selamat dari mosi pemegang saham untuk membagi peran chairman dan CEO-nya. Ini menjadi tekanan terkuat yang dihadapi Muilenburg selama empat tahun berada di pucuk pimpinan perusahaan pembuat pesawat terbesar di dunia.

Sebelumnya, pada Jumat, panel penerbangan internasional mengkritik regulator AS dan Boeing atas sertifikasi pesawat. Pihak regulator dinilai terlalu mudah dalam memberikan izin kepada Boeing tanpa meneliti secara cermat.

Pada 30 Oktober, Muilenburg akan memberikan kesaksian di hadapan sebuah komite kongres yang menyelidiki pesawat 737 Max. Ia akan bergabung dengan kepala insinyur divisi pesawat komersial Boeing dan kepala pilot 737.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA