Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

UMM Sukses Helat Kontes Kapal Cepat Tanpa Awak Nasional

Ahad 13 Okt 2019 01:00 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Peserta menyiapkan kapal cepat tak berawak rakitannya sebelum dinilai dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional di kolam Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019).

Peserta menyiapkan kapal cepat tak berawak rakitannya sebelum dinilai dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional di kolam Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Jumat (11/10/2019).

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
UMM memiliki ekosistem serta sarana dan prasarana yang sangat mendukung.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi tuan rumah Kontes Kapal Cepat Tanpa Awak Nasional (KKCTBN) 2019. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemristekdikti RI) ini akhirnya mengumumkan para pemenang di kontes tersebut.

Di kategori Autonomous Surface Vehicle (ASV), Tim Aeroships dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mencatatkan skor terbaiknya dengan nilai akhir 330. Disusul Tim Barunastra Roboboat ITS dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan nilai akhir 300. Selanjutnya di posisi 3 dengan nilai akhir 223,636 diraih oleh Autonomous Marine Vehicle dari Universitas Indonesia (UI).

Di kategori Electric Remote Control (ERC), Tim Gamantaray Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendominasi kemenangan dengan skor akhir 123,956. Di posisi dua diraih Team UMM 2 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan skor akhir 120,678. Kemudian di posisi ketiga di raih Tim Elmoana dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan skor akhir 118.

Sementara di kategori Fuel Engine Remote Control (FERC), Cakalang 7 dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) mendapat skor terbaik yakni 122,811. Di posisi kedua UMM yang diwakili Team UMM 1 berhasil menyabet perolehan terbaiknya yakni dengan mencatatkan skor 121,379. Di posisi ketiga, tim Seawolf dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan skor akhir 116,889.  

Di kategori lainnya yakni Fun Race ERC dimenangkan Cakalang 3 PPNS dan FERC dimenangkan Seawolf Unesa. Kategori Tim Favorit di ASV dimenangkan Gamataray UGM, ERC dimenangkan Baracuda V IPB, dan FERC dimenagkan Team UMM I UMM. Di Best Spirit, ASV dimenangkan Antares UNS, ERC oleh HTNB Universitas Hang Tuah, dan FERC oleh Onepro_MP dari Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Ada juga pemenang bagi kategori Best Poster yang hanya ada satu pemenang yakni dari Tim Autonomous Marine Vehicle, Universitas Indonesia (UI). Terdapat juga kategori Best Design yang pada kategori ASV dimenangkan Barunasastra Roboboat ITS, ERC dimenangkan Tim Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM), dan FERC dimenangkan oleh Tim andalan PPNS Surabaya yakni oleh Tim Cakalang 7. 

Dalam sambutannya, Kasubdit Penalaran dan Kreativitas Ristekdikti, Misbah Fikrianto MM menyampaikan apresiasinya kepada UMM yang telah menyelenggarakan perhelatan KKCTBN 2019 dengan sangat baik.

"Kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi, penghargaan, serta sanjungan atas pelaksanaan KKCTBN tahun ini di UMM dengan predikat excellence,” katanya, melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Sabtu (12/10).

Menurutnya, terdapat tiga faktor yang menyebabkan gelaran KKCTBN 2019 di UMM menjadi spesial. Pertama, jumlah peserta tahun ini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Kedua, penyelenggaraan KKCTBN di UMM tahun ini penilaiannya menggunakan aplikasi sehingga lebih transparan dan akuntabel. Terakhir, diadakannya syarat poster menjadikannya berbeda dari tahun sebelumnya.

Wakil Rektor I UMM, Profesor Syamsul Arifin menyebut kampus memiliki ekosistem serta sarana dan prasarana yang sangat mendukung kegiatan akademik civitas akademikanya. Salah satunya danau buatan yang dipakai perlombaan KKCTBN tahun ini.

Baca Juga

“Mungkin para pendiri kampus ini sudah memiliki suatu imajinasi bahwa kelak, UMM akan diminta sebagai host penyelenggaraan KKCTBN ini,” jelas Syamsul.



BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA