Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Riuh Netizen dalam Kasus Penusukan Wiranto

Jumat 11 Oct 2019 21:06 WIB

Red: Muhammad Hafil

Sejumlah warga memperhatikan rumah Fitri Andriana pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto yang dipasang garis polisi di Desa Sitanggal RT 007 RW 002, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (10/10/2019).

Sejumlah warga memperhatikan rumah Fitri Andriana pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto yang dipasang garis polisi di Desa Sitanggal RT 007 RW 002, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (10/10/2019).

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Ada 44.952 percakapan netizen terkait Wiranto.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Peristiwa penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat kunjungan di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10) menjadi sorotan netizen (warganet) di media sosial Twitter. 

Hasil riset Indonesia Indicator (I2) pada 10-11 Oktober 2019 mencatat, terdapat lebih dari 44.952 percakapan di Twitter terkait dengan Wiranto hingga pukul 12.45 WIB. "Percakapan tersebut direspons sebanyak 16.677 akun, sebanyak 93,8 persen di antaranya adalah akun manusia," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang melalui siaran persnya yang diterima Republika.co.id, Jumat (11/10).

Menurut Rustika, emosi terbesar atas peristiwa penusukan terhadap Wiranto itu adalah Anticipation, Surprise, Anger, dan Disgust. Hal ini terjadi karena peristiwa penusukan yang terjadi pada figur nasional seperti Wiranto tersebut direspons dengan kekhawatiran.  Terlebih, kata Rustika, peristiwa ini terjadi berbarengan dengan berbagai isu politik jelang pelantikan Presiden.

Hal yang cukup menarik, papar Rustika, dominasi emosi yang dimunculkan oleh netizen perempuan adalah “surprise”. Netizen perempuan, kata dia, banyak melakukan percakapan tepat pascakejadian yang cukup mengagetkan itu. 

"Lalu disusul dengan emosi Anticipation yang mengharapkan agar masyarakat dan aparat lebih waspada agar peristiwa tersebut tidak terulang, juga ada beberapa yang mengkhawatirkan isu keamanan," kata Rustika. Dari sisi usia, netizen yang merespons adalah netizen berusia 18-25 tahun sebesar 42,3 persen dan mereka yang berusia 26-35 tahun sebesar 37,2 persen.

Ada lima percakapan terbesar terkait dengan peristiwa penyerangan terhadap Wiranto di Twitter. Pertama, soal keterkaitan dengan isu teroris sebanyak 5.243 percakapan. Kedua, harapan Netizen untuk Wiranto sebanyak 2.700 percakapan. Ketiga, Pisau Kunai sebanyak 1.819 percakapan. Keempat, harapan ditindaklanjuti 1.336 percakapan. Kelima, kaitan dengan politik (Pilpres/KPK/Papua 1.045 percakapan.

Berdasarkan analisis jejaring (SNA), papar Rustika, pembicaraan terkait isu Wiranto secara umum hanya terpolarisasi dalam 4 kelompok. Keempat kelompok itu antara lain, Netizen Netral sebanyak 7,2 persen. Terdiri dari 1.002 Akun dan 1.032 cuitan yang menggaungkan tagar #wiranto dengan cuitan berita penusukan Wiranto.

Kelompok kedua adalah kelompok percakapan yang bereaksi terhadap pemberitaan media sebanyak 58,4 persen.

Kelompok ketiga adalah kelompok yang kontra pemerintah. Posisinya sebanyak 18,81 persen. Terdiri dari 2.626 Akun yang membuat sebesar 3.392 percakapan. 

Sementara itu, kelompok keempat adalah pro-Pemerintah sebanyak 15,58 persen. Terdiri dari 2.171 Akun dan 2.913 cuitan.

Indonesia Indicator (I2) juga mencatat, ada 0,25 persen cuitan (yakni sekitar 92 akun) yang bersikap menunjukkan kebencian pada Wiranto. “Akun-akun ini juga mencuitkan kekecewaannya karena Wiranto selamat. Meski demikian, posisi percakapan terlihat tersebar, menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya kelompok khusus yang ingin agar Wiranto celaka," kata Rustika. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA