Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Kesaksian Tetangga: Abu Rara tak Pernah Shalat di Masjid

Jumat 11 Oct 2019 20:47 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Karta Raharja Ucu

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menko Polhukam Wiranto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) menunjukkan foto tersangka pelaku dan barang bukti penikaman Menko Polhukam Wiranto saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Tetangga menyebut Abu Rara tak pernah terlihat shalat berjamaah di masjid kampungnya.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan Fitri Andriana, pasutri penusuk Menkopolhukam Wiranto dikenal tetangga sebagai ramah dan tidak mencurigakan. Namun, keduanya dilaporkan tidak pernah terlihat shalat bersama warga di masjid sekitar rumahnya.

Seperti dituturkan Ina Isnawati (44 tahun), warga Kampung Sawah, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten. "Kalau buat shalat sama-sama warga di sini nggak pernah lihat ya. Warga juga yang lain saya tanya nggak pernah lihat," jelas Ina Isnawati, Kamis (10/10).

Ina menyebut pasutri tersebut tinggal di Kampung Sawah sekitar awal 2019. Ia mengaku sering bertegur sapa dengan pasutri tersebut, meski keduanya tidak terlalu sering bersosialisasi dengan warga satu kampung.

Para tetangga mengetahui pekerjaan Syahril Alamsyah adalah bisnis online dan jual pulsa di kontrakannya. "Kesehariannya, orangnya dilihatnya mah baik, sopan tapi memang ngobrol jarang. Keseharian orangnya tertutup jarang bersosialisasi dengan tetangga," jelas Ina.

Hal serupa dikatakan Ketua RT 04/01, Kampung Sawah, Mulyadi (54) yang menurutnya tidak pernah melihat para tersangka shalat di Masjid bersama masyarakat Kampung. "Nggak pernah lihat ya kalau shalat sama warga di sini. Tapi perilakunya sehari-hari baik, jadi nggak menyangka aja bisa melakukan kayak gitu," kata dia.

Multadi juga menyebut pasutri itu tidak terlalu sering bergaul dengan para tetangga. Keduanya lebih sering berdiam di kontrakan menjual pulsa dan madu.

"Yang saya tahu dia jualan online, pernah jualan baju juga, jualan pulsa juga di kontrakannya, ada madu juga. Saya pernah juga beli madunya dulu," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA