Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Sunday, 24 Jumadil Awwal 1441 / 19 January 2020

Menkominfo: Penyerangan ke Wiranto Sangat tidak Manusiawi

Jumat 11 Oct 2019 07:38 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Menko Polhukam Wiranto digotong dari mobil menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Menko Polhukam Wiranto digotong dari mobil menuju ruang UGD Menes Medical Center (MMC) sesaat setelah diserang di Alun-alun Menes usai meresmikan ruang kuliah bersama Universitas Matlaul Anwar di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki
Penyerangan Wiranto bukan lagi tidak menghormati pejabat, melainkan lebih dari itu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyesalkan penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Menurut Rudiantara, aksi penikaman yang dilakukan kepada Wiranto saat tengah kunjungan kerja di Pandeglang, Banten sangat tidak manusiawi.

"Kita bukan hanya menyesalkan kejadian ini, tapi ini perbuatan yang menurut saya sungguh sangat tidak manusiawi," ujar Rudiantara saat ditemui di sela-sela Topping OFF Gedung Dewan Masjid Indonesia di Matraman Raya, Jakarta, Kamis (10/10).

Menurut Rudiantara, tidak ada pembenaran bagi tindakan penyerangan terhadap Wiranto tersebut.

"Suka atau tidak suka, senang tidak senang terhadap pejabat pemerintah tapi kejadian ini bagi saya, betul-betul boleh dikatakan bukan lagi tidak menghormati pejabat, melainkan sudah lebih dari pada itu,  saya tidak mengatakan biadab tapi oleh agama apapun itu tidak boleh melakukan itu," ujar Rudiantara.

Rudiantara menilai kejadian tersebut juga menjadi peringatan bagi siapapun untuk tetap waspada. Namun demikian, Rudiantara memastikan itu tidak akan menyurutkan Pemerintah untuk tetap dekat dengan masyarakat.

Hal ini kata Rudiantara, karena selama ini pemerintah memang selalu ingin dekat dengan masyarakat.

"Tidak akan menyurutkan saya atau pemerintah (untuk) menjadi pejabat atau menjadi pemerintah yang dekat oleh rakyat. Kalau kita menjauh dengan rakyat malah repot, komunikasi dengan rakyat juga susah tapi kalau kita dengan rakyat dengan apapun," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA