Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Analis: Industri Penerbangan Cukup Terdampak Kasus Garuda

Kamis 10 Oct 2019 10:15 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Pesawat Garuda Indonesia

Pesawat Garuda Indonesia

Foto: Republika/ Wihdan
Kasus yang cukup berpengaruh ialah sanksi terkait laporan keuangan Garuda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu lagi operator maskapai Tanah Air diperkirakan akan segera melantai di pasar modal. Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai, tahun ini menjadi masa yang cukup sulit bagi emiten di sektor penerbangan. 

Baca Juga

Menurut Edwin, berbagai persoalan yang membelit industri penerbangan beberapa waktu belakang membuat emiten di sektor ini kurang begitu menarik. "Buat saya emiten penerbangan untuk saat ini kurang menarik," kata Edwin kepada Republika.co.id, Rabu (9/10).

Salah satu kasus yang cukup berpengaruh yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang mendapatkan sanksi karena laporan keuangannya tidak sesuai standar akuntansi. Itu artinya Garuda tidak memenuhi Good Corporate Governance (GCG).

"Apalagi GIAA adalah emiten penerbangan yang terbesar di Indonesia," kata Edwin. 

Selain itu, sambung Edwin, daya saing industri penerbangan Tanah Air jauh lebih rendah ketika bersaing di luar negeri dengan maskapai-maskapai besar. Sebut saja Qatar Airways, Emirates, dan Singapore Airlines. 

"Emiten penerbangan akan kalah bersaing baik dalam hal jenis pesawat, jumlah pesawat, destinasi," tutup Edwin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA