Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Tokopedia Proyeksi Transaksi Tahun Ini Tembus Rp 222 T

Kamis 10 Oct 2019 19:33 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya bersama Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico saat menggelar konferensi pers terkait dampak tokopedia terhadap perekonomian Indonesia di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10).

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya bersama Wakil Direktur LPEM FEB UI, Kiki Verico saat menggelar konferensi pers terkait dampak tokopedia terhadap perekonomian Indonesia di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10).

Foto: Republika/Dedy D Nasution
Jumlah orang yang berjualan melalui Tokopedia per September 2019 mencapai 6,4 juta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu platform e-commerce, Tokopedia memproyeksikan total nilai transaksi penjualan melalui toko daring tahun ini tembus Rp 222 triliun. CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, menuturkan, angka itu bisa tercapai jika transaksi bulanan konsisten diatas 1 miliar dolar AS atau setara Rp 14 triliun per bulan.

Ia mengatakan, pertumbuhan transaksi tersebut jauh lebih tinggi dari tahun 2018 sebesar Rp 73 triliun. Sejak Mei 2019, William mengaku transaksi Tokopedia melonjak signifikan hingga di atas Rp 14 triliun per bulan.

Menurut William, jika proyeksi tersebut bisa dicapai Rp 222 triliun, maka Tokopedia berkontribusi hingga 1,5 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 14.837 triliun.

"Jadi bayangkan, tahun ini diproyeksikan transaksi Tokopedia hingga akhir tahun jika tidak ada halangan bisa mencapai Rp 222 triliun. Jika target tercapai, maka Tokopedia berkontribusi 1,5 persen dari PDB Indonesia," kata William di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (10/10).

Menurut William, kontribusi ekonomi dari Tokopedia tidak hanya terjadi di Pulau Jawa. Namun juga menyebar ke daerah seperti di Sulawesi Utara (Rp 160 miliar),  Aceh (Rp 262 miliar), Kalimantan Timur (Rp 933 miliar), Sumatera Utara (Rp 2,78 miliar), hingga Bali (Rp 822 miliar).

Ia menegaskan, dampak ekonomi yang ditimbulkan berkat adanya semangat wirausaha masyarakat Indonesia berkat online platform.

Diketahui, jumlah masyarakat yang berjualan melalui Tokopedia hingga  September 2019 mencapai 6,4 juta pengguna. Jumlah tersebut bertambah dari jumlah tahun lalu sebanyak 5 juta penjual.

Wakil Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakulatas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Kiki Verico, mengatakan, Tokopedia tahun ini diproyeksi bakal memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 170 triliun terhadap perekonomian nasional. Kontribusi itu naik dari kontribusi tahun lalu sebesar Rp 58 triliun.

Hasil riset LPEM FEB UI juga menunjukkan, sepanjang 2018 Tokopedia telah menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru. Berkat banyaknya jumlah penjual aktif di Tokopedia. Total penciptaan lapanga kerja baru itu setara 10,3 persen dari total lapangan pekerjaan baru di Indonesia sepanjang 2018.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA