Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Rektor IPB Sebut Benih Unggul Jadi Kunci Sektor Pertanian

Kamis 10 Oct 2019 19:54 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi benih bawang putih

Ilustrasi benih bawang putih

Benih unggul menjadi salah satu sarana produksi untuk meningkatkan produksi

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Rektor IPB University, Arif Satria menilai benih menjadi penentu keberhasilan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Public Private Collaboration (PPC) yang melibatkan pemangku kepentingan seperti pemerintah, universitas dan perhimpunan pemulia (Breeder) dan produsen benih menjadi kunci keberlangsungan penyediaan benih unggul.

“Inovasi perbenihan kunci pembangunan pertanian kerberlanjutan, benih sebagai komponen terkait, berdampak paling besar untuk keberhasilan”,” ujar Arif Satria dalam Seminar Nasional & Indonesian Breeder Award 2019 di IPB International Convention Center, Bogor, Kamis (10/10).

Dalam seminar tersebut, Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) juga memberikan penghargaan kepada enam breeder terbaik. Pemberian penghargaan sebagai rangkaian peringatan hari Pangan Sedunia.

Ketua PERIPI, Muhamad Syukur menjelaskan minimnya perhatian pemerintah terhadap Breeder. Sebagai perakit varietas unggul, kata Syukur, pemerintah harusnya memberi perhatian lebih.

“Pemerintah seharusnya memberi perhatian breeder. Sebab, benih adalah faktor utama aktivitas budidaya dan upaya peningkatan hasil produksi," ungkapnya.
 
Managing Director PT EWINDO Glenn Pardede mengatakan para pemulia benih tanaman patut diapresiasi. Glenn menerangkan, breeder telah memberikan berdampak pada peningkatan mutu dan kualitas hasil pertanian Indonesia.

“Breeder memegang peranan penting dalam menyediakan varietas unggul yang dapat memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani,” kata Glenn.

Pada tahun 2025, populasi penduduk di Indonesia diperkirakan mencapai 270 juta jiwa. Jumlah itu, menjadi tantangan untuk seiring turunnya produktivitas lahan, konversi lahan hingga perubahan iklim.
 
Benih unggul menjadi salah satu sarana produksi untuk meningkatkan produksi, mutu dan standar kualitas produk tanaman pangan dan hortikultura. Benih juga dapat mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Karena itu, penemuan varietas unggul baru, pengembangan kualitas benih, penyebaran maupun pengawasan serta pengendaliannya adalah kerangka dasar untuk membangun kedaulatan benih di Indonesia.
 
Sejak berdiri tahun 1990, PT EWINDO telah menemukan dan melepas lebih dari 150 varietas unggul kepada petani Indonesia. Salah satu varietas unggul itu, yakni benih tomat SERVO F1.

“PT EWINDO memiliki research department yang komprehensif guna memberikan ruang kepada para pemuliannya untuk menghasilkan varietas unggul baru yang dapat diterima oleh pasar dan memberikan nilai tambah bagi petani dan konsumen,” ujar Glenn.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA