Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

JK Sebut Perguruan Tinggi Harus Bicara Masa Depan

Kamis 10 Okt 2019 21:00 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Muhammad Hafil

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memberikan Kuliah Kebangsaan di Universitas Aisyiyah (UNISA), Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (10/10/2019).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memberikan Kuliah Kebangsaan di Universitas Aisyiyah (UNISA), Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (10/10/2019).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Indonesia memiliki ribuan perguruan tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Perguruan Tinggi (PT) mengatakan, riset yang menghadirkan teknologi sangat penting. Terlebih bagi Perguruan Tinggi (PT) yang harus terus berupaya melakukan riset dan menciptakan inovasi di bidang teknologi. 

Baca Juga

Sebab, sebuah PT tidak akan bisa maju dan berkembang tanpa adanya riset. Yang mana, riset itu akan menghadirkan inovasi seperti teknologi yang dapat diimplementasikan untuk menjawab permasalahan bangsa. 

Untuk itu, setiap PT harus mengajarkan terkait perkembangan teknologi. Yang mana, hal ini berkaitan dengan teknologi yang akan terus berkembang di masa depan. 

"Kita selalu bangga akan masa lalu, tapi yang kita hadapi bukan masa lalu. Namun masa depan. Universitas yang mengajarkan masa lalu itu sama saja dengan museum, karena museum berbicara masa lalu. Universitas harus berbicara masa depan," kata JK saat memberikan kuliah kebangsaan di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa), Kamis (10/10). 

Ia mengatakan, seluruh umat manusia saat ini sangat bergantung kepada teknologi. Tanpa teknologi, suatu bangsa tidak akan bisa maju. 

Ke depan, kata JK, sebuah PT harus memiliki tiga fungsi utama. Yakni, pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat. 

"Tanpa teknologi hidup ini tidak akan bisa maju. Hidup ini tergantung kepada apa yang kita hasilkan. Jadi harus inovatif, harus ada risetnya yang dapat diimplementasikan," kata JK. 

Dengan begitu, ia pun menegaskan kepada seluruh keluarga Unisa, khususnya rektor untuk dapat menerapkan pengajaran terkait teknologi. Karena, teknologi sangat cocok dengan kebutuhan saat ini dan masa yang akan datang. 

"Maka Bu Rektor, apa yang diajarkan hari ini baru akan bermanfaat pada 10 tahun mendatang. Karena yang diajarkan yang cocok untuk 10 tahun mendatang," katanya.  

JK pun menyebut bahwa teknologi ini terus berkembang cepat. Bahkan dua kali lebih cepat dalam periode 18 bulan. Teknologi ini, lanjutnya, berawal dari riset dan pendidikan. 

Ia menjelaskan, pendidikan di dunia memiliki dua jalur. Yakni, pertama jalur liberal education atau pendidikan yang bebas. 

Liberal education ini mengajari seseorang untuk berpikir terus secara kreatif.  Jalur pendidikan ini lah yang dianut di Amerika. 

"Jadi mandiri, agar mahasiswanya lebih berpikir cepat dan cerdas. Maka di Amerika pendidikan lebih terbuka," jelasnya. 

Liberal education, lanjutnya, dapat menghasilkan inovasi. Sehingga, sebagian besar sumber inovasi berasal dari Amerika karena menganut jalur pendidikan tersebut. 

"Hampir semuanya desain, ciptaan dari Amerika karena pendidikannya memberikan kekebasan untuk perpikir. Mengajarkan tentang filosofi, berkemampuan. Maka di Amerika mata pelajaran kecil, tapi diskusinya banyak," jelas JK. 

Jalur kedua, yakni pendidikan dengan basis keterampilan. Pendidikan ini dianut seperti negara Jepang, Jerman, Prancis dan Korea Selatan. 

Pendidikan di jalur ini mengasah kemampuan seseorang untuk membuat dan menciptakan sesuatu. Untuk itu, di Indonesia diterapkan dua jalur pendidikan tersebut. 

"Kita berpikir dua-duanya harus jalan. Maka tahun yang akan datang program pemerintah adalah bagaimana mendidik keterampilan kita," katanya. 

Untuk itu, ia kembali menegaskan agar suatu pendidikan khususnya di PT untuk mengajarkan teknologi dan melihat masa depan. 

Terlebih, di Indonesia sendiri memiliki ribuan PT yang mana dapat mencetak lulusan yang memiliki kemampuan yang dibutuhkan sesuai perkembangan zaman. 

"Universitas menghasilkan orang ygang berpikir, pendidikan vokasi, teknik, menghasilkan supaya dapat menciptakan keterampilan," 

"Saya yakin Unisa akan seperti itu karena basiknya keterampilan. Seperti bidan, itu profesi yang terampil," ujarnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA