Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sri Mulyani Pesankan Hal Ini untuk Generasi Muda

Kamis 10 Okt 2019 17:42 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Menteri Keuangan  (Menkeu) RI, Sri Mulyani sebagai pembicara dalam kegiatan orasi ilmiah di  Hall Dome UMM, Malang, Kamis (10/10).

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani sebagai pembicara dalam kegiatan orasi ilmiah di Hall Dome UMM, Malang, Kamis (10/10).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Sri Mulyani memberikan orasi ilmiah di UMM.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membantu memecahkan persoalan-persoalan bangsa. Sebab, permasalahan negara sesungguhnya tidak hanya menjadi tugas pemerintah.

Menurut Sri Mulyani, persiapan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) harus bekerjasama dengan akademisi dan intelektual Indonesia. Pasalnya, akademisi memiliki peranan luar biasa dalam menyiapkan generasi masa depan. "Apakah mereka mengisi dengan pengetahuan, dengan karakter baik, apakah memberikan value dengan baik," ujar Sri Mulyani dalam Orasi Ilmiah di Hall Dome UMM, Malang, Kamis (10/10).
 
Di sisi lain, Sri Mulyani mengungkapkan tiga hal yang mengkhawatirkannya dalam menghadapi masa depan bangsa. Satu di antaranya terkait kondisi global sedangkan dua lainnya berasal dari diri sendiri. Antara lain, masalah integritas dan kompetensi bisa mengancam berhasil atau tidaknya Indonesia.

Sri Mulyani berharap, generasi muda agar tidak pernah lupa membangun sikap integritas dan kompetensi. Sebab, dua hal tersebut sangat penting untuk menciptakan manusia maju dan unggul. "Dan mahasiswa sebagai generasi muda pemegang estafet bangsa agar jangan pernah lelah mencintai Indonesia," ujar dia.

Di kesempatan itu, Sri Mulyani juga Sri Mulyani mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya belajar di ruangan kelas. Mahasiswa terutama di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) juga tidak boleh sekedar membaca buku teks. "Kalian harus memiliki wawasan, memiliki jenis skil yang dibutuhkan dalam lapangan kerja yang akan datang," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani meyakini banyak generasi muda merasa pintar hanya dengan menghapal. Padahal proses pembelajaran itu sesungguhnya bukan sekedar menghapal suatu teori. Apalagi tugas menghapal pada dasarnya dapat diganti oleh komputer.

Menurut Sri Mulyani, otak harus digunakan agar dapat menjadi manusia berpikiran kritis. Selain juga, mampu menjadi sosok berpikir untuk menganalisis sesuatu dengan baik. "Jadi ini bukan tentang menghapal," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA