Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Mentan: Saya Tinggal 10 Hari Lagi

Kamis 10 Oct 2019 13:52 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri rapat koordinasi dan peningkatan kapasitas SDM pelaksana Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Surabaya, Kamis (10/10).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat menghadiri rapat koordinasi dan peningkatan kapasitas SDM pelaksana Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Surabaya, Kamis (10/10).

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Amran berharap program yang sudah on the track, kalau bisa dijaga dan ditingkatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri rapat koordinasi dan peningkatan kapasitas SDM pelaksana Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Hotel Mercure Surabaya, Kamis (10/10). Pada acara yang dihadiri jajaran Dinas Peternakan dari daerah-daerah yang ada di Jatim tersebut, Amran mengingatkan jabatannya sebagai menteri Pertanian hanya tinggal 10 hari.

Baca Juga

Maka dari itu, dia mengingatkan program-program yang sudah sesuai kebutuhan masyarakat, untuk dijaga dan ditingkatkan. "Saya hanya tinggal 10 hari lagi. Maka itu program-program yang sudah on the track, kalau bisa dijaga dan ditingkatkan," ujar Amran.

Pernyataan Amran tersebut seolah mengisyaratkan, dirinya tidak akan kembali ditunjuk menjadi menteri Pertanian pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Namun, saat ditanya akan ke mana setelah jabatan menterinya berakhir, Amran menyatakan dirinya akan tetap bekerja. "Kami tetap bekerja karena hobi kami itu memang kerja," ujar Amran.

Amran kemudian mengenang masa-masa selama lima tahun dirinya menjabat menteri Pertanian. Amran memuji kepemimpinan Presiden Jokowi yang memberi kepercayaan penuh kepada menterinya untuk mengambil keputusan.

"Sehingga kita berdiri bebas untuk mengambil keputusan terbaik untuk rakyat Indonesia. Kalau harga turun kami ditelpon, harga naik kami ditelpon. Tapi kalau harga pangan bergejolak, biasanya ditelpon tiga kali sehari," ujar Amran.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA