Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Anak Beruang Madu Diserahkan ke Balai Konservasi

Kamis 10 Oct 2019 09:50 WIB

Red: Esthi Maharani

Seekor beruang madu (Helarctos malayanus)

Seekor beruang madu (Helarctos malayanus)

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Beruang madu jantan berusia sekitar delapan bulan itu ditemukan di tepi jalan

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT - Seekor anak beruang madu ditemukan warga Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang kemudian menyerahkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Jaga Sampit.

"Warga tersebut menemukan beruang madu ini di pinggir jalan sebuah perusahaan kayu, kemudian membawanya pulang untuk diserahkan kepada kami di BKSDA," kata Komandan Jaga BKSDA Kalteng Pos Sampit Muriansyah di Sampit, Kamis (10/10).

Beruang madu itu diserahkan oleh warga Kecamatan Bukit Santuai bernama Atek. Atek dan istrinya sengaja datang ke Sampit untuk menyerahkan satwa dilindungi itu kepada BKSDA.

Beruang madu jantan berusia sekitar delapan bulan itu ditemukan di tepi jalan sebuah perusahaan perkayuan di Kecamatan Bukit Santuai. Beruang itu kemudian dirawat sekitar empat bulan oleh istri Atek.

Kondisi satwa liar itu cukup sehat. Tubuhnya terlihat sehat dan gemuk karena selama dirawat, beruang itu diberikan makanan yang cukup sehingga tetap tumbuh sehat.

Atek mengakui ada beberapa warga yang berminat membeli beruang tersebut, namun Atek dan istrinya tidak mau menjualnya meski ditawar dengan harga tinggi sekalipun.

Pasangan suami istri ini mengaku sudah mengetahui dari media massa bahwa beruang madu termasuk satwa yang dilindungi oleh negara. Karena itulah mereka tidak mau menjual satwa itu.

Atek dan istrinya sudah lama ingin mengantar beruang madu itu ke Sampit dan menyerahkannya kepada BKSDA. Namun jarak yang cukup jauh dengan waktu tempuh lebih dari empat jam dan baru kali ini mereka ada kesempatan untuk membawanya ke Sampit.

Pada Rabu (9/10) sore, Atek dan istri dibantu keluarga mereka yang tinggal di Jalan Tidar Kecamatan Baamang, menghubungi BKSDA Pos Jaga Sampit menyampaikan niatnya untuk menyerahkan beruang madu tersebut.

Muriansyah pun datang bersama petugas dari Manggala Agni yang membantu membawa kandang. Rencananya hari ini beruang madu itu ke kantor Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalimantan Tengah di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat. Selanjutnya beruang madu akan dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau Kabupaten Lamandau.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Atek dan istrinya yang dengan kesadaran sendiri menyerahkan beruang madu itu kepada kami. Kami mengimbau masyarakat untuk menghubungi BKSDA jika melihat ada satwa dilindungi. Nanti kami yang akan melakukan rescue (penyelamatan) satwa itu sesuai aturan," kata Muriansyah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA