Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Tahun Ini, AMI Hadirkan 50 Kategori Nominasi

Kamis 10 Okt 2019 09:00 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) mengumumkan daftar nominasi AMI Awards ke-22. Malam puncak penganugerahan AMI Awards akan berlangsung pada 28 November 2019.

Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) mengumumkan daftar nominasi AMI Awards ke-22. Malam puncak penganugerahan AMI Awards akan berlangsung pada 28 November 2019.

Foto: Shelbi Asrianti/Republika
Banyaknya kategori menggambarkan perkembangan musik di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajang penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2019 segera digelar pada 28 November mendatang. Daftar nominasi pada 50 kategori yang dilombakan sudah diumumkan kepada publik pada Selasa (8/10).

Nominasi untuk kategori artis solo wanita pop terbaik antara lain Brisia Jodie (Kisahku), Bunga Citra Lestari (Harta Berharga/Ost Keluarga Cemara), Fatin (Jingga), Hanin Dhiya (Suatu Saat Nanti), Marion Jola (Pergi Menjauh), dan Yura Yunita (Buka Hati).

Kategori artis solo pria pop terbaik juga menjaring nominasi enam musisi. Ada Andmesh Kamaleng (Cinta Luar Biasa), Ardhito Pramono (Bitterlove), Judika (Cinta Karena Cinta), Kunto Aji (Rehat), Pamungkas (I Love You But I'm Letting Go), dan Rizky Febian (Menari).

Pada kategori duo/pop terbaik, AMI menjagokan 3 Composers (Bangun Cinta), Geisha (Kering Air Mataku), HiVi! (Satu Satunya), Noah (Wanitaku), The Overtunes (Takkan Ke Mana), serta Yovie & Nuno (Demi Hati).

Selain genre pop, kategori lain mengompetisikan karya musisi dari aliran jaz, rok, soul/R&B, dangdut, urban, alternatif, dan lagu anak-anak. Ada pula karya produksi keroncong, metal/hardcore, rap/hiphop, reggae/ska/rocksteady terbaik.

AMI pun memberikan penghargaan kepada karya produksi grup vokal terbaik, lagu berbahasa daerah terbaik. dan karya produksi instrumentalia terbaik. Untuk karya produksi lagu berlirik spiritual terbagi dalam kategori lagu Islami dan Nasrani.

Ketua Juri Sidang Kategorisasi AMI, Syaharani, mengatakan seluruh kategori tersebut diharapkan bisa mewakili seluruh karya musisi Indonesia. Dia menyampaikan, kategorisasi karya pada AMI bersifat dinamis dari masa ke masa.

Misalnya, pada musim dan periode tahun tertentu ada aliran musik yang sangat mengemuka. Bisa saja musik alternatif yang dulu banyak diciptakan musisi, berganti menjadi musik urban atau musik progresif di tahun yang lain.

"Ada sangat banyak genre yang harus kami wadahi, seperti musik EDM, blues, world music, dan lainnya agar bisa berlomba. Dari hasil-hasil itu, bisa menjadi cermin perkembangan musik Indonesia dari tahun ke tahun," ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA