Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Kunjungi Malaysia Lewat Mega Familiarisation Programme

Rabu 09 Okt 2019 21:30 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Foto tim Republika ketika mengikuti kompetisi Miss Shophia Shopping Hunt 3.0

Foto tim Republika ketika mengikuti kompetisi Miss Shophia Shopping Hunt 3.0

Foto: Misyana Septi Putri
Malaysia Mega Familiarisation Programme merupakan program kampanye media global

Malaysia dijuluki sebagai Negeri Jiran, karena letaknya yang  berdekatan dengan  Indonesia bahkan paling dekat dibandingkan dengan negara tetangga lainnya seperti Brunei Darussalam. Meski telah beberapa kali melancong ke Negeri Jiran,  namun selalu saja ada hal yang baru dalam setiap kunjungan.  

Begitu pula kunjungan kami kali ini ke Kuala Lumpur, dalam rangka memenuhi undangan Tourism Malaysia dalam event Malaysia Mega Familiarisation Programme. Malaysia Mega Familiarisation Programme merupakan program kampanye Tourism Malaysia untuk audiens media global.

Program Mega Fam diselenggarakan dengan dukungan dari maskapai lokal dan asing, hotel Malaysia dan pemerintah negara bagian. Didirikan pada tahun 2000, ini adalah bagian dari strategi promosi Tourism Malaysia untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar tentang Malaysia sebagai tujuan wisata. 

Pada kesempatan kali ini, Tourism Malaysia mengundang beberapa media influencers, dari indonesia sebanyak empat orang sebagai bentuk apresiasi keikutsertaan  dalam Miss Shophia Shopping Hunt 2019 untuk membagikan pengalaman kepada mereka selama 6 hari di Kuala Lumpur. 

Berbagai tujuan wisata yang telah dirancang untuk kami datangi dan pengalaman menarik dihadirkan dalam program tersebut. Kami pun diajak menikmati berbagai pengalaman menarik seperti wisata kuliner, wisata belanja, dan lain-lain yang bisa ditelusuri melalui tagar #visitmalaysia2020 #VM2020#Truly Asia Malaysia dan lain-lain.

Malaysia sebagai salah satu negara tujuan wisata belanja, khususnya Kuala Lumpur  selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk disambangi. Walaupun tidak mungkin semua obyek wisata dikunjungi dalam waktu enam hari, tetapi dalam event Mega Fam yang kami ikuti setidaknya cukup mewakili.

Berbagai tempat yang kami kunjungi dan berbagai pengalaman menarik yang kami rasakan, dalam acara yang berlangsung dari tanggal 13 September hingga 18 September 2019 ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan hingga kini. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi pelancong yang ingin menyambangi Negeri Jiran.

Pengalaman terbang bersama Malaysia Airlines

Keberangkatan kami ke Malaysia melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan Malaysian Airlines pukul 11.10 waktu Indonesia dengan estimasi perjalanan menuju Kuala lumpur 02.05 jam dengan ketibaan di Kuala Lumpur pukul 14.15 waktu Malaysia. 

Kami bersyukur selama perjalanan udara, cuaca saat itu sangat cerah dan kondusif, dan pihak airlines memberikan beberapa fasilitas yang dapat kami nikmati selama perjalanan berupa makan siang dengan beberapa pilhan menu dan in flight entertaiment yang dapat diakses langsung pada  kompartemen (overhead storage) dengan menyambungkan pada headphone yang telah disediakan dan tentunya tidak boleh dibawa pulang. 

Setibanya kami di bandara Kuala Lumpur sudah berdiri seorang tour guide bernama Choo May Kuen dan kami memanggilnya MK. MK didelegasikan oleh Tourism Malaysia untuk menjemput dan mengantarkan kami ketempat tujuan wisata yang sudah dirancang selama program ini berlangsung. Setelah perkenalan singkat kami dengan MK, kemudian  kami meninggalkan bandara menuju Mitsui Outlet Park, yang merupakan salah satu mal yang letaknya 6 KM dari bandara.

Hal pertama yang kami lakukan setiba di KL adalah mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan modern yaitu Mitsui Outlet  Park, Sepang, Persiaran komersil 64000 KLIA Selangor Darul Ehsan yang terletak 60 km dari KL dan 6 km dari KLIA dan klia2. Mitsui Outlet Park yang merupakan cabang pusat perbelanjaan dari Jepang ini, menawarkan segudang merek dan produk berkualitas dari kelas menengah ke atas dengan diskon menarik. 

Mitsui Outlet Park tidaklah terlalu istimewa jika dilihat dari sisi desain Mal dibandingkan Mal lain yang berdiri megah di Kuala Lumpur. Konsep yang diusung pada Mal ini adalah factory outlet dengan berbagai merk ternama membuat pusat perbelanjaan ini menarik minat belanja bagi wisatawan asing, termasuk salah satunya wisatawan dari Indonesia.

Berbagai gerai merk ternama ada di Mitsui Outlet Park, seperti Pierre Cardin, Tomy Hilgifier dan lainnya. Tersedia juga puluhan outlet dari Merk kenamaan seperti Nike, New Balance, Rip Curl, Adidas, dan masih banyak lagi. 

Barang-barang yang terdapat di Mitsui dijual dengan harga murah. Program diskon selalu ada, terutama untuk produk-produk last stock. Mulai awal oktober ini hingga akhir tahun, program diskon juga dilakukan besar-besaran melalui program "Malaysia Year-End Sale" yang merupakan upaya menarik minat pembeli untuk berbelanja produk – produk tersebut. 

"Saya membeli tas ini  langsung diskon 70 persen dan bebas pajak, kalau di Indonesia harganya dua  kali lipat dari di sini," ujar  Icha salah satu peserta Mega Fam dari indonesia. 

Sebagai bentuk upaya memanjakan pengunjung, pihak managemen Mitsui menyediakan beberapa fasilitas yang menguntungkan pengunjung seperti; flight check-in centre, yaitu memudahkan pengunjung untuk dapat melakukan check-in bahkan hingga mencetak tiket penerbangannya di lokasi tersebut, tanpa harus ke bandara. Wifi gratis, free tax dan lainnya. Namun, jarak Mitsui Outlet Park cukup jauh dari Kuala Lumpur, sekitar 60 kilometer. Namun, untuk wisatawan yang baru tiba di KLIA, pusat perbelanjaan itu menyediakan penjemputan gratis dari bandara.

Setelah puas berkeliling masuk dari satu outlet ke outlet lainnya, kami menantikan penjemputan dan beristirahat sejenak dengan menikmati salah satu minuman kekinian di tealive. Kemudian tidak berapa lama MK kembali menelepon kami untuk bersiap di pintu masuk utama, untuk bersama – sama dengan  seorang social media influencer dari Brunei Darusalam yang sudah menunggu di Bus penjemputan yang juga bergabung dalam program ini menuju hotel Royale Chulan, Kuala Lumpur tempat kami menginap selama 6 hari kedepan.

Kami melakukan sedikit tour di dalam kamar, mengamati setiap sudut ruangan, Hotel bintang lima, dilengkapi dengan tempat tidur yang dihiasi dengan headboard kayu yang dirancang sedemikian rupa. Para tamu dapat menikmati kemewahan kamar dengan kursi atau sofa putih yang mewah, dan bantal yang empuk dari linen bulu angsa. 

Selain itu fasilitas yang tersedia dikamar antara lain : 1 piring buah – buahan, Pendingin udara, TV satelit layar datar,    Telepon dengan SLI, Akses Wi-Fi gratis, Meja kerja, Pengering rambut, Setrika dan papan setrika, Mini-bar, Pembuat kopi dan teh, Kamar mandi dengan kolam rendam dan pancuran terpisah. 

Setelah tour singkat tentang fasilitas kamar, pandangan kami tertuju pada tas Godie Bag yang kami terima dan mulai membukanya. Adapun Godie Bag tersebut berisi 3 kaos yang akan kami pakai beberapa hari kedepan sesuai dengan informasi yang diberikan dan racepack serta atribut Miss Shophia Shopping Hunt 3.0. Setelah merapikan kembali kami mencoba mencari informasi tempat para wisatawan menikmati kuliner malam di Kuala Lumpur, dari beberapa tempat yang direkomendasikan, kami memilih jalan Alor yang jaraknya 2.5 KM dari hotel tempat kami menginap. 

 

Alor Night Market

Rasanya tidaklah afdol tanpa berkunjung ke Jalan Alor yang merupakan pusat wisata kuliner jalanan alias street food yang paling ramai dan menarik untuk dikunjungi. Suasana malam itu sudah penuh dengan pengunjung dan para penjaja makanan, masing – masing penjual menawarkan para pengunjung dengan memberikan papan menu yang sebenarnya makanan yang dijajakan mayoritas berasal dari restoran permanen yang ada di pinggir jalan tersebut, bukan kaki lima seperti pada umumnya.

Restoran-restoran yang berdiri di sepanjang jalan menggelar kursi dan meja hingga memenuhi hampir separuh badan jalan dan untuk menambah kesan keindahan malam tergantung lampion-lampion merah khas tradisi Cina dan lampu-lampu jalan bergelantungan sepanjang jalan sebagai penerangannya.

Kami berjalan perlahan-lahan menyusuri Jalan Alor sembari melihat-lihat menu yang ditawarkan yang mayoritas restoran yang ada disini menjual menu yang serupa yang kebanyakan menawarkan masakan Cina, Seafood. Nah, yang penting untuk diperhatikan adalah bagi umat muslim harus cermat dalam memilih makanan disini, karena kebanyakan restoran ini menjual babi sebagai salah satu menu andalan. Tapi jangan khwatir, ada juga yang hanya menjual seafood yang dimasak khas Cina, pastinya dengan tampilan yang sangat menggoda selera.

Berhubung dari awal kami tiba di Jalan Alor sudah tercium aroma kambing bakar yang terus mengganggu pikiran kami, setelah berjalan hampir tiba di ujung jalan, akhirnya kami kembali pada rute semula untuk memantapkan hati memilih kedai lamb barbeque dan segelas teh Tarik madu.

Sambil menunggu pesanan kami tiba, kami pun mencoba sebungkus nasi lemak teri telor yang merupakan makanan khas Malaysia. Ditengah menikmati nasi lemak, pesanan kami pun datang dan langsung kami santap, daging kambing dengan tekstur yang empuk dan rasa lada hitam yang khas menambah gurih dan nikmatnya lamb barbeque ini. Salah satu teman kami pun yang dari awal mengatakan bahwa tidak suka daging kambing namun setelah dia mencicipi makan ini dia langsung ketagihan. Selain itu disini teh Tarik madunya sangat enak, tidak terlalu manis dan rasanya berbeda dengan yang lainnya. Selain itu juga ada nasi lemak yang terdiri dari ikan teri dan telur dan nasi.

 

Hari kedua, Menara Kembar Petronas 

Rasanya waktu begitu singkat, baru saja memejamkan mata saya terbangun dari tidur, dan melihat jam menunjukkan pukul 07.30 waktu Malaysia. Namun saya tidak bersantai – santai dikamar,  saya langsung mandi dan merapihkan diri kemudian bergegas menuju ke Restoran untuk sarapan. Warisan Café merupakan restoran yang menyajikan menu breakfast yang cukup beragam, mulai dari western style;  coco crunch, pasta, Indian cuisine; roti canai, dan chicken curry juga ada khas melayu nasi lemak dan lainnya. Semua masakan yang disajikan sangatlah enak dan mengenyangkan.

Setelah menghabiskan sarapan kami berjalan menuju lobby hotel untuk bertemu Tim dari Brunei dan juga Miss. MK dan Ibu Amelia Apendey yang akan mengantarkan kami menuju Menara Kembar Petronas, yang merupakan ikon terkenal, yang harus disinggahi , letaknya berada di Kuala Lumpur City Centre, di persimpangan Jalan Ampang dan Jalan Raya Chulan. 

photo
Menara Kembar Petronas.

Setibanya kami di Lobby Menara Kembar Petronas, kami takjub dengan kemegahan dari arsitektur Menara kembar ini yang sangat megah. MK menjelaskan kepada kami tentang menara ini yang memiliki tinggi 452 meter. Gedung ini terdiri dari perkantoran perusahaan multinasional, seperti Accenture, Al-Jazeera, Barclays Capital, Bloomberg, Boeing, IBM, McKinsey & Co., Microsoft, Reuters, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Namun, sebelum kami memasuki gedung ini, terlihat banyak wisatawan yang berfoto-foto di depan dan sekitar Menara Kembar Petronas. Kami pun tidak lupa untuk ikut berfoto dengan latar belakang menara kembar petronas. 

Setelah puas mengambil gambar diarea air mancur dengan latar belakang Menara Kembar, Kemudian kami bersama – sama masuk kedalam gedung Petronas dan tour guide kami, MK memberikan informasi lanjutan bahwa Menara Kembar Petronas (Petronas Twin Towers) adalah bangunan kembar tertinggi di dunia dengan 88 lantai. MK juga menambahkan menara yang diresmikan pada 1 Agustus 1999 saat ini berfungsi sebagai perkantoran, tempat wisata dan shopping mall. Menara kembar Petronas sebagian besar dibangun dari beton yang kokoh dengan eksterior bangunan dari baja & kaca yang dirancang dengan motif Kesenian Islam yang mencerminkan mayoritas agama Islam di Malaysia. 

Bangunan ini Menyediakan sebuah Taman KLCC & mall Suria KLCC yang menyediakan jalur untuk jogging dan berjalan, kolam air mancur yang dihiasi pertunjukan cahaya, kolam rendam, dan arena bermain anak-anak. Tidak hanya itu, fasilitas lain yang menarik adalah Petronas Art Gallery, Petrosains Science Centre, dan lainnya. Petronas Twin Towers dapat dikunjungi oleh siapa pun yang penasaran dengan kemegahannya. Menara kembar ini telah menjadi gedung yang ikonik dan memiliki nilai sejarah modern di negeri Jiran ini.

Mencoba melihat suasana kota KL dari jembatan yang menghubungkan 2 gedung menara kembar Petronas ini.

Setelah memegang tiket untuk naik, kami diwajibkan untuk menitipkan tas punggung kami ditempat penitipan dan kami diberikan tanda khusus berwarna sebagai  kelompok antrean. Menunggu giliran untuk naik kami pun diminta untuk berfoto dengan latar belakang Warna Hijau, selain itu kami disuguhkan sebuah video yang muncul pada proyektor tembus pandang tentang cara pembuatan dan teknologi dari Menara Kembar Petronas ini. 

Seperti penjelasan mengenai teknologi penangkal petir yang ada di menara ini, dan apa yang akan terjadi jika Menara Kembar tersambar petir. Video dokumentasi ini menarik karena kita akan tahu siapa saja yang terlibat dalam pembangunan Twin Tower ini. Lalu setelah 10 menit sejarah singkat. Kemudian giliran kami untuk naik ke atas dengan lift berkecepatan tinggi. Pada saat sampai di lantai 41. 

Kita akan diberi waktu 10 hingga 15 menit saja untuk berfoto-foto dan menikmati suasana KL dari berbagai sisi dari ketinggian Menara Kembar Petronas. Dari Skybridge berfungsi untuk menghubungkan kedua menara yang berada di lantai 41 dan 42 sekaligus sebagai pemegang rekor jembatan 2 lantai tertinggi di dunia. Skybridge ini menjadi salah satu destinasi yang dicari karena pengalaman yang ditawarkan. Dari atas sini para pengunjung dapat melihat pemandangan indah kota Kuala Lumpur. Karena diluar hujan pemandangan tidak cukup jelas. Akan tetapi pengunjung dapat melihat dengan teropong untuk memperjelasnya. 

Dengan alasan keamanan, jumlah pengunjung ke Skybridge dibatasi 1.000 orang per hari dengan sistem pengunjung yang pertama hadir yang akan terlebih dahulu dilayani. 

Bila kamu memiliki rencana untuk berkunjung ke Skybridge demi menyaksikan pemandangan kota Kuala Lumpur dari ketinggian maka perlu menyimak waktu operasionalnya. Waktu operasional hanya ada pada Selasa – Sabtu mulai dari Pukul 09:00 – 21:00 waktu Malaysia. Khusus pada Jumat, jam beroperasi ditutup pada Pukul 13:00 – 14:30 waktu Malaysia karena waktu ini digunakan untuk Shalat Jumat, dan setiap Senin dan hari-hari besar tempat ini ditutup untuk umum. 

Mencicipi hidangan khas Peranakan

Setelah melihat suasana kota Kuala Lumpur dari lantai 41, tiba saatnya kami mencicipi hidangan khas Peranakan yaitu Nyonya Colours yang terletak di Level 3, Suria KLCC, Kuala Lumpur City Centre Kuala Lumpur. 

Menu yang ditawarkan berbagai macam kudapan yang lezat dan berkualitas. Atau di Indonesia dikenal dengan kue jajanan pasar. Menurut informasi dari salah satu pramusaji mengatakan bahwa kue – kue ini merupakan makanan khas yang memiliki rasa autentik. 

Hanya bahan-bahan terbaik dan segar yang digunakan untuk membuat produknya untuk menciptakan rasa yang lezat dengan kualitas yang terjamin. Karena tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga disarankan pelanggan untuk mengonsumsi produk dalam hari yang sama dengan pembelian untuk memastikan tidak ada perubahan rasa dan tekstur. Selain kudapan ini, kami juga mencoba beberapa menu lainnya antara lain Laksa kuning dengan potongan cabai dan daun mint sebagai pemanis diatasnya, membuat tampilan Laksa Nyonya Colors ini terlihat cantik.

Porsi yang cukup besar, Laksa Kuning Nyonya Colors ini terdiri dari potongan labu, ayam dan mi bihun, soal rasa tidak diragukan lagi, aroma waru m menggugah selera makan saya dan rasanya yang nikmat, tidak terlalu pedas dan kuah yang gurih yang pastinya mengenyangkan. Selain itu kami juga memesan Chrispy Sesame chicken dengan berbagai kudapan sebagai hidangan penutup.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA