Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Surge Umumkan Startup Gelombang Kedua

Ahad 13 Oct 2019 20:26 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Surge Umumkan Startup Gelombang Kedua, Siapkan Investasi US$2 Juta. (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Surge Umumkan Startup Gelombang Kedua, Siapkan Investasi US$2 Juta. (FOTO: Bernadinus Adi Pramudita)

Surge umumkan startup gelombang kedua dengan menyiapkan investasi 2 juta dolar AS

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Surge, program yang diluncurkan Sequoia India hari ini (9/10/2019) mengumumkan perusahaan rintisan atau startup yang terpilih untuk mengikuti Surge 02. Ada 20 early startup yang terpilih dari India dan Asia Tenggara.

Tiga perusahaan rintisan asal Indonesia, yakni Storie, Rukita, dan Chilibeli. Perusahaan rintisan lain yang bergabung dalam Surge 02 ialah Airalo, Bijak, Brick&Bolt, Classplus, Cognicept, Freewill, Hevo Data, In Video, Klub, Log9 Materials, Juno, Perri Mart, Quolum, Theo TV, Trell, Yours, dan lainnya.

Managing Director Surge dan Sequoia Capital Rajan Anandan mengatakan bahwa program Surge terbuka bagi seluruh perusahaan rintisan yang ada di Indonesia.

"Jika Anda berencana membuat startup, di manapun lokasinya, di manapun sektornya, kami akan senang jika Anda menghubungi kami," ujar Rajan di Jakarta Convention Center, Rabu (9/10/2019).

Baca Juga: Kargo, Startup Logistik Bermodal US$7,6 Juta dari Travis Kalanick, Sequoia Dkk

Surge sendiri menyediakan pendanaan sebesar US$1 hingga US$2 juta kepada early stage startup yang bergabung ke dalam program ini. Surge memiliki empat tahapan program, yakni dana, komunitas, dukungan pengembangan perusahaan, dan pengalaman skala global.

Rajan menyebut ekosistem startup di Indonesia besar dan menjanjikan. Banyak sektor yang dapat dirambah oleh perusahaan rintisan di Indonesia karena majunya teknologi.

"Ekosistem startup Indonesia berada pada titik infleksi. Tingkat adopsi internet mobile yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi dengan konsumen dalam ekonomi yang besar dan berkembang pesat. Namun, ada begitu banyak peluang di setiap industri, dan berbagai masalah yang dapat dipecahkan oleh teknologi dan startup inovatif," katanya.

Sequoia India telah berinvestasi di lebih dari 250 startup di India dan Asia Tenggara. Dalam sembilan bulan setelah diluncurkan di Maret 2019, Surge telah berkembang menjadi komunitas yang terdiri dari 80 founder dari 37 startup, dari enam negara.

Di Indonesia, Sequoia India telah menyuntik dana ke sejumlah startup selama lima tahun terakhir. Sequoia mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan unicorn, seperti Tokopedia, Go-Jek, dan Traveloka, yang membuat dampak besar pada ekonomi Indonesia, serta perusahaan-perusahaan baru seperti Moka POS dan Kopi Kenangan.

Baca Juga: Kenapa Bisnis Startup Bisa Tumbang? Ini Penjelasan Rudiantara

Surge telah dirancang dengan konsep open architecture untuk mendukung para investor lain untuk terlibat dalam putaran pendanaan pertama. Bahkan, 80% dari startup Surge 02 2019 memiliki co-investor di putaran pendanaan.

Para founder juga memiliki kesempatan untuk mempresentasikan startup-nya di hadapan berbagai perusahaan modal ventura dan investor strategis di akhir program.

Pada gelombang sebelumnya, dua startup sudah mengikuti program Surge, yakni Bobobox dan Qoala. Total, ada lima perusahaan rintisan Indonesia yang mengikuti program Surge, yang berasal dari berbagai sektor, di antaranya InsurTech, Hospitality, E-Commerce, Social Commerce, dan Co-Living.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA