Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Minggu, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 Februari 2020

Hutan Gunung Ciremai Terbakar Ratusan Hektare

Rabu 09 Okt 2019 14:46 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Ilustrasi Kebakaran Hutan

Foto: Foto : MgRol112
Petugas menyisir wilayah Gunung Ciremai.

REPUBLIKA.CO.ID,MAJALENGKA – Luas areal hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terbakar dalam beberapa hari terakhir, mencapai ratusan hektare. Meski kini api telah padam, namun penyisiran terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang kembali menyala.

Baca Juga

 Manajer Pusdalops PB BPBD Kabupaten Majalengka, Indrayanto, menjelaskan, titik api semula masih terlihat di sekitar lembah CiwaringinBlok Sitiwu dan Blok Batu Karang pada Selasa (8/10) pukul 17.54 WIB. Melihat hal itu, tim gabungan pun bekerja cepat untuk memadamkannya agar titik api tidak kembali menyebar.

Akibat keterbatasan air, petugas memadamkan titik api dengan cara mengubur bara dengan tanah. Upaya mereka membuahkan hasil hingga pada pukul 18.00 WIB api dinyatakan sudah padamTim gabungan pun kembali turun pada pukul 19.00 WIB dan melakukan pemantauan di Posko Lapangan Batu Nyongclo.
 

‘’Pada (Rabu) pukul 07.00 WIB, tidak terlihat lagi asap dan bara,’’ terang Indrayanto, Rabu (9/10).
 
Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda TNGC pertama kali terjadi di Buper Awilega Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jumat (4/10) pukul 11.00 WIB. Api kemudian menyebar ke berbagai lokasi lainnya hingga ke kawasan TNGC yang masuk wilayah Kabupaten Kuningan.
 
Karhutla di TNGC yang masuk wilayah Kabupaten Kuningan dinyatakan padam pada Selasa (8/10). Di kawasan hutan itu, api membakar areal seluas kurang lebih dua hektare. Sedangkan di Blok Erpah, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, luas lahan yang terbakar ada sekitar lima hektare.
 
Sedangkan di wilayah Kabupaten Majalengka, dari hasil mapping di lapangan, luas areal yang terbakar untuk sementara diperkirakan kurang lebih 226 hektare. Lahan itu terdiri dari lahan milik BTNGC sekitar 195,8 hektare dan lahan milik masyarakat sekitar 30,2 hektare.
 
‘’Untuk data pastinya, kita masih menunggu data sandingan hasil citra satelit dari BTNGC,’’ terang Indrayanto.
 
Adapun jenis vegetasi yang terdampak kebakaran di wilayah Kabupaten Majalengka itu berupa pohon pinus, pohon puspa, pohon huru, pohon kaliandra, sebagian pohon eucalyptus, semak-semak belukar dan ilalang.
 
Sedangkan vegetasi di kawasan hutan TNGC Kabupaten Kuningan yang terbakar berupa pinus dan semak belukar. "Untuk nilai kerusakan dan kerugianyan masih dalam tahap pendataan dan perhitungan,’’ tutur Indrayanto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA