Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Jika Minyak Goreng Curah Dilarang, Bagaimana Nasib Pedagang?

Rabu 09 Oct 2019 10:33 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Pedagang mengemas minyak goreng curah di pasar tradisional Jalan Agus Salim, Kota Pekanbaru, Jumat (4/12). Pemerintah Indonesia akan mulai memberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan No. 80 Tahun 2014 tentang penjualan minyak goreng curah pada Maret 2016.

Pedagang mengemas minyak goreng curah di pasar tradisional Jalan Agus Salim, Kota Pekanbaru, Jumat (4/12). Pemerintah Indonesia akan mulai memberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan No. 80 Tahun 2014 tentang penjualan minyak goreng curah pada Maret 2016.

Foto: Antara
Minyak goreng curah dinilai kurang sehat dan kurang higienis.

REPUBLIKA.CO.ID, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberlakukan aturan larangan penjualan minyak goreng curah mulai Januari 2020. Mereka beralasan, minyak goreng curah yang beredar kurang sehat, kurang higienis, serta penakaran yang tidak sesuai sehingga harga jualnya lebih mahal.

Sementara, di pasaran, pengguna minyak curah masih sangat besar. Rata-rata pengusaha minyak goreng curah adalah pedagang kecil. Jika pemerintah melarang, pengusaha kecil banyak yang gulung tikar, sementara pengusaha besar sangat diuntungkan.

Seharusnya, pemerintah lebih tegas menindak para pedagang curang yang merugikan konsumen, bukan melarang beredarnya minyak goreng curahan.

PENGIRIM: Titik Musrifatun, Jering, Sleman


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA