Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Fintech Uang Teman akan Luncurkan Produk Syariah

Selasa 08 Oct 2019 16:36 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Kantor UangTeman di Jakarta, Selasa (8/10).

Kantor UangTeman di Jakarta, Selasa (8/10).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Saat ini Uang Teman telah dalam tahap kerja sama dengan lima perbankan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Digital Alpha Indonesia (Uang Teman) akan segera meluncurkan produk syariah pada tahun depan. Ada dua produk syariah yang diluncurkan antara lain produk installment dan produk kredit line.

CEO dan Co Founder Uang Teman Aidil Zulkifli mengatakan saat ini perusahaan masih dalam proses diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kita harus mendapatkan izin dari departemen terkait dari OJK yakni departemen syariah. Semoga tahun depan baru diluncurkan,” ujarnya usai acara Signing Ceremony Kerja Sama Dengan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Uang Teman, Jakarta, Selasa (8/10).

Menurutnya potensi permintaan pinjaman secara syariah di Indonesia cukup signifikan baik secara peminjam produktif dan konsumtif. Saat ini, perusahaan juga masih mempelajari potensi-potensi lainnya agar produk ini laku di pasar Indonesia.

“Saat ini kita masih fokus pada produk konvesional. Kita sedang mempelajari potensi di Indonesia, ada lender juga ingin produk syariah,” ucapnya.

Aidil menjelaskan produk installment dan produk kredit line memiliki keuntungan masing-masing bagi peminjam. Bagi produk installment memiliki jangka waktu pinjaman sekitar 10 hari hingga tiga bulan cicilan, sedangkan produk kredit line diperuntukan bagi nasabah yang tidak membutuhkan waktu secara cepat.

“Produk kredit line seperti kartu kredit tapi bukan kartu kredit lebih ke peminjam konsumtif,” ucapnya.

Di sisi lain, Uang Teman telah menyalurkan sekitar 300 ribu peminjam atau setara pinjaman Rp 600 miliar kepada usaha mikro. Adapun pertumbuhan pinjaman sekitar 200-300 persen setiap tahun.

“Nasabah kami sekitar 26 persen untuk pinjaman mikro bisnis seperti online shop, sekitar 10 persen kesehatan, sekitar 15-16 persen pendidikan dan sisanya komersial. Lebih dari 70 persen orang yang meminjam ke Uang Teman lalu meminjam kembali,” ucapnya.

Ke depan, perusahaan akan bekerja sama dengan pihak perbankan terkait pendanaan. Saat ini perusahaan telah dalam tahap kerja sama dengan lima perbankan antara lain Bank Perkreditan Rakyat (BPR), BUKU IV dan BUKU III.

“Karena sudah mendapatkan izin dari OJK maka lebih gampang mendapatkan pintu ke perbankan,” ucapnya.

Pada Juli 2019, perusahaan telah mendapatkan tambahan pendanaan dari investor Jepang, Amerika Serikat dan China. Adapun pendanaan seri B sekitar lima juta dolar AS tersebut digunakan untuk pemasaran produk, investasi teknologi, pengembangan bisnis perusahaan dan integrasi database di Indonesia.

“Kemarin pendanaan Seri B lebih dari 5 juta dolar AS. Pada tahun depan pendanaan Seri C. Ke depan diharapkan kepercayaan dari investor dapat meningkatkan layanan kami. Kami tidak ada rencana masuk ritel,” ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA