Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Kebiasaan Buruk yang Harus Dihilangkan Dari Rutinitas

Senin 07 Oct 2019 12:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Perempuan bermain ponsel sebelum tidur. Ilustrasi

Perempuan bermain ponsel sebelum tidur. Ilustrasi

Foto: Telegraph
Kebiasaan buruk yang dilakukan dengan rutin dapat berimbas pada karakter seseorang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebiasaan buruk yang rutin dilakukan tentu dapat berimbas pada karakter dan kesuksesan seseorang. Kebiasaan buruk seperti bergosip, menggunakan gudget tanpa batas dan lainnya tanpa disadari bisa berpengaruh pada produktivitas seseorang.

Lalu apa saja kebiasaan buruk yang harus segera diubah dan dihilangkan dari rutinitas? Berikut penjelasannya seperti dilansir The Ladders, Senin (7/10).


Stop gunakan gudget di tempat tidur
Ini adalah masalah besar yang kerap tidak disadari oleh kebanyakan orang. Penggunaan gudget di tempat tidur bisa mengganggu kualitas tidur dan produktivitas.
Paparan cahaya biru yang begitu dekat juga sangat berpengaruh pada suasana hati, tingkat energi, dan kualitas tidur. Karena paparan cahaya biru akan merusak produksi melatonin akan mengurangi kualitas tidur dan menghilangkan kantuk. Maka hindari penggunaan perangkat ini saat waktunya tidur.

Baca Juga

Stop berselancar Internet saat bekerja
Terlalu sering mengecek media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook atau e-commerce saat bekerja tentu akan mengurangi konsentrasi. Karena itu, selalu kontrol diri untuk bisa menahan keinginan stalking, searching dan lain-lain agar produktivitas kamu saat bekerja tidak terganggu.

Stop memeriksa HP selama berbincang
Selama ini banyak sekali orang yang selalu sibuk dengan gudget sendiri saat sedang berkumpul dengan teman atau keluarga. Tentu mengganggu keintiman dan kehangatan pertemuan itu bukan?

Karenanya, mulailah berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan gudget saat berkumpul dan buatlah pertemuan itu menjadi menyenangkan.

 

Stop katakan "ya" ketika harus jawab "tidak"
Penelitian yang dilakukan di University of California di Berkeley menunjukkan bahwa semakin banyak kesulitan yang mengatakan "tidak", maka besar kemungkinan mengalami stres, kelelahan, dan bahkan depresi.

Mengatakan tidak memang merupakan tantangan pengendalian diri utama bagi banyak orang. Tidak adalah kata yang wajar sehingga Anda tidak perlu takut untuk mengucapkannya. Ingatkan diri Anda bahwa mengatakan tidak adalah tindakan kontrol diri untuk mencegah efek negatif dari komitmen berlebihan.

Jauhi orang toxic
Toxic people alias orang-orang "beracun" adalah pribadi yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain baik secara fisik maupun emosional. Jadi jika kamu memiliki rekan kerja atau teman yang menjadi "racun" dalam hidup kamu, jauhi saja secara perlahan dan berhentilah memikirkan mereka.

Multitasking itu tidak baik lho!
Siapa sangka ternyata multitasking dalam pekerjaan atau rapat tidak baik lho ternyata. Dalam sebuah penelitian yang ditulis Guy Winch disebutkan bahwa multitasking malah bisa menurunkan produktivitas, membuat kinerja lambat, membuat berbagai kesalahan dan lainnya.
 

Stop bergosip
Gosipers seringkali mendapatkan kesenangan dari kemalangan orang lain. Tetapi seiring waktu, bergosip akan melelahkan diri anda dan juga menyakiti orang lain. Ada banyak hal positif dan menarik di dunia ini yang layak untuk dibicarakan daripada menggunjing kehidupan pribadi orang lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA