Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Kemenhub akan Bangun Kereta Bandara di Surabaya

Sabtu 05 Oct 2019 16:11 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Soft Launcing Kereta Bandara di Stasiun Manggarai, Jakarta (5/10).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Soft Launcing Kereta Bandara di Stasiun Manggarai, Jakarta (5/10).

Foto: Republika/Novita Intan
Surabaya dipilih karena penduduk dan frekuensi penerbangan bandaranya tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan berencana membangun kereta bandara di kota-kota lainnya. Setidaknya ada empat kota yang dibidik pemerintah antara lain Surabaya, Bali, Makassar dan Kertajati.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu memulai konstruksi kereta bandara di Surabaya pada 2021 mendatang. "Kereta bandara mungkin dipikirkan di Surabaya karena penduduknya banyak dan bandaranya juga besar," ujar saat acara Soft Launching Kereta Bandara Manggarai di Stasiun Manggarai, Jakarta, Sabtu (5/10).

Kemudian, pemerintah juga berminat membangun kereta bandara di Bali yang nantinya dikoneksikan dengan tim kereta api ke Bali Utara. Lalu, pembangunan kereta bandara juga akan dilakukan di Makassar dan terakhir di Kertajati.

"Kertajati karena kita akan reaktiviasi dari kota Bandung ke Kertajati," ucapnya.

PT Railink merupakan anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan PT Angkasa Pura II (Persero) yang melayani bisnis kereta api khusus bandara. Perusahaan ini awalnya dibentuk untuk membangun KA Bandara Kualanamu yang membawa penumpang menuju Bandara Kuala Namu dari pusat kota Medan atau pun sebaliknya.

Saat ini baru ada dua KA Bandara yang dioperasikan oleh Railink, yakni KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta. KA Bandara Kualanamu mulai beroperasi pada 25 Juli 2013 bersamaan dengan beroperasinya Bandara Internasional Kuala Namu. Sementara KA Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada 2018 lalu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA