Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Harga Minyak Rebound Didukung Data Tenaga Kerja AS

Sabtu 05 Oct 2019 14:30 WIB

Rep: Antara/ Red: Friska Yolanda

Kilang minyak/ilustrasi

Kilang minyak/ilustrasi

Foto: desmogblog.com
Tingkat pengangguran di Amerika Serikat turun menjadi 3,5 persen pada September.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Jumat (4/10). Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang baru dirilis meredakan kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat dapat membebani permintaan energi.

Baca Juga

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan AS untuk pengiriman November naik 0,36 dolar AS menjadi menetap pada 52,81 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu untuk patokan internasional, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 0,66 dolar AS menjadi ditutup pada 58,37 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Tingkat pengangguran di Amerika Serikat turun menjadi 3,5 persen pada September, tingkat terendah dalam 50 tahun tahun terakhir, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Jumat. Departemen mengatakan total penggajian (payroll) pekerjaan non-pertanian bertambah 136.000 pada bulan lalu. Pertumbuhan lapangan pekerjaan mencapai rata-rata 161.000 per bulan sejauh tahun ini, dibandingkan dengan kenaikan bulanan rata-rata 223.000 pada tahun lalu.

Harga minyak juga mendapat dukungan setelah data menunjukkan penurunan jumlah rig AS. Jumlah rig pengeboran aktif di Amerika Serikat turun lima menjadi 855 rig minggu ini, berkurang 197 rig dari waktu yang sama tahun lalu, menurut data mingguan yang dirilis oleh Baker Hughes pada Jumat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA