Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Ekonomi Kreatif Didorong Jadi Tulang Punggung Perekonomian

Sabtu 05 Oct 2019 10:05 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kepala Badan Ekonomi Kratif (BEKRAF) Triawan Munaf

Kepala Badan Ekonomi Kratif (BEKRAF) Triawan Munaf

Foto: Republika/Prayogi
Akhir 2017 PDB ekonomi kreatif mencapai Rp 1.000 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong sektor ekonomi kreatif menjadi tulang punggung perekonomian. Ekonomi kreatif dinilai mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Peningkatannya luar biasa, setiap tahun ekonomi kreatif bisa menyumbang sampai Rp 100 triliun," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf saat ditemui dalam acara Bekraf Festival 2019, di Solo, Jumat (4/10).

Berdasarkan data Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), menurut Triawan, pada 2018 kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB mencapai Rp 1.105 triliun. Capaian tersebut meningkat signifikan dari beberapa tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, pada akhir 2017, PDB ekonomi kreatif mencapai Rp 1.000 triliun. Jumlah ini disumbang dari subsektor kuliner sebesar 43 persen, fesyen 18 persen dan kriya 16 persen. Sedangkan pada 2016, PDB ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp 922 triliun.

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industri ini, Triawan mengatakan, Bekraf fokus mengembangkan fesyen, kuliner dan Kriya sebagai sektor unggulan. Selain itu Bekraf juga akan memberikan perhatian lebih untuk film, musik dan games sebagai sektor prioritas.

"Ketiganya memang masih kecil tapi potensinya besar," tutur Triawan.  

Untuk mendukung hal itu, Triawan mengaku Bekraf sedang menyempurnakan ekosistem yang baik untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif. Diantaranya melalui pengembangan riset, infrastruktur, penyediaan fasilitas pendanaan, pemberian insentif hingga perlindungan kekayaan intelektual. 

Pada 2020, Bekraf mendapatkan anggaran Rp 889 miliar di APBN. Jumlah tersebut naik 30 persen dari anggaran tahun sebelumnya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA