Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Monday, 2 Jumadil Awwal 1443 / 06 December 2021

Sukabumi Gencarkan Ngaji Bulanan

Jumat 04 Oct 2019 14:44 WIB

Rep: Riga Nurul Imam/ Red: Agung Sasongko

Mengaji

Mengaji

Ngaji bulanan ini jadi media memperkokoh ketahanan keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi terus menggencarkan berbagai kegiatan keagamaan salah satunya ngaji bareng wali Kota Sukabumi, Kamis (3/10) malam. Targetnya ngaji bulanan ini menjadi media untuk saling mengingatkan dalam memperkokoh ketahanan keluarga.

"Nuansa religius salah satunya ngaji bulanan menjadi media untuk mendorong warga emperkokoh ketahanan keluarga," ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Di mana dalam kesempatan itu warga dan tokoh ulama dapat menjadi penggerak kepada masyarakat agar lebih menjaga keluarganya dari hal-hal yang negatif seperti kekerasan dalam rumah tangga.

Hal ini kata Fahmi, menyikapi kejadian memprihatikan terjadi di Kecamatan lembursitu beberapa waktu lalu. Di mana terjadi kasus hubungan sedarah atau inses antara orangtua dengan anak sampai menimbulkan korban.

Doakan lanjut Fahmi, hal itu tidak terjadi di waktu mendatang dan pemkot telah menggelar rakor khusus dengan camat dalam menperkuat ketahanan keluarga. Hal ini juga menyikapi informasi dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi yang menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan sejak Januari 2019 sampai sekarang mencapai sebanyak 127 kasus kekerasan dan 85 kasus diantaranya kekerasan kepada anak.

Sumber untuk mengatasi masalah ini ketahanan krluarga. Sehingga para dai dan ulama memberikan tausiah yang mengarah kepada ketahana keluarga seperti bagaimana hubungan anak dan orang tua.

Hal ini penting karena luar biasanya perkembangan teknologi informasi. '' Sendi masyarakat akan hancur bila ketahanan keluarga diabaikan sehingga perlu edukasi kepada masyarakat'' imbuh dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA