Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Pedagang Sumbar Ingin Kembali ke Wamena Meski Kios Terbakar

Jumat 04 Oct 2019 13:55 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Para pengungsi akibat kerusuhan Wamena turun dari Pesawat Hercules C-130 TNI AU  (ilustrasi)

Para pengungsi akibat kerusuhan Wamena turun dari Pesawat Hercules C-130 TNI AU (ilustrasi)

Foto: Antara/Siswowidodo
Kios pedagang di Pasar Misi Wamena terbakar saat kerusuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Seorang pedagang asal Sumatra Barat (Sumbar) menyatakan tetap ingin kembali ke Wamena meski kiosnya sudah terbakar saat kerusuhan meletus di ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, tersebut pada 23 September 2019. "Karena di sana terasa enak berusaha dan bisa berbaur antar sesama, kalau pelaku kerusuhan sekarang ini kan datang dari luar," kata Defrizul(45) di Padang, Jumat (4/10).

Baca Juga

Kios Defrizul di Pasar Misi terbakar saat kerusuhan meliputi Wamena. Dia mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda saat kerusuhan terjadi. "Saat itu saya sedang berada di kios, lalu pelaku kerusuhan datang secara tiba-tiba pada Senin sekitar pukul 08.30 WIT," kata Defrizul.

Ia menuturkan, saat itu suasana berubah menjadi tegang karena perusuh datang dan melemparkan batu dan bom Molotov ke arah deretan kios di Pasar Misi, membuat sejumlah kios terbakar. Ketika itu, ia melanjutkan, sejumlah warga asli Wamena berusaha menghalangi perusuh membakar kios-kios di pasar. Namun usaha mereka tidak membuahkan hasil karena jumlah perusuh lebih banyak jika dibandingkan dengan warga.

"Sejumlah kios mulai terbakar, dan saya bersembunyi ke belakang tanpa menutup kios. Tidak ada yang bisa diselamatkan selain pakaian di badan dan anak-istri," katanya.

Setelah sekitar satu jam bersembunyi, ada personel TNI datang dan mengevakuasi keluarga Defrizul dan ratusan warga lain ke markas Kodim 1702/Jayawijaya di Wamena. "Jika petugas terlambat sedikit saja saat itu, entah bagaimana nasib saya dan para pedagang lain," katanya.

Defrizul merantau ke Wamena sejak tahun 2000. Di sana, ia berdagang bahan pangan pokok dan barang kebutuhan sehari-hari. Meskipun kiosnya terbakar, Defrizul bersyukur istri dan satu anaknya selamat dari kerusuhan yang terjadi di Wamena dan bisa pulang ke SumateraBarat.

Defrizul bersama istrinya, Puspita Mujiastuti (30), dan seorang anaknya menginjakkan kaki di Sumatera Barat pada Kamis malam (3/10). Mereka ada di antara 50 perantau Sumbar yang mendarat di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, pukul 20.40 WIB.

Keluarga Defrizul memutuskan kembali ke Sumatra Barat untuk sementara waktu demi keamanan. Mereka berencana kembali ke Wamena setelah daerah itu aman.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA