Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Jumat, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Tsunami Bawa Wabah Jamur Parasit, Indonesia Bisa Jadi Korban Selanjutnya!

Sabtu 05 Okt 2019 02:02 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Tsunami Bawa Wabah Jamur Parasit, Indonesia Bisa Jadi Korban Selanjutnya!. (FOTO: Sufri Yuliardi)

Tsunami Bawa Wabah Jamur Parasit, Indonesia Bisa Jadi Korban Selanjutnya!. (FOTO: Sufri Yuliardi)

Jamur berevolusi dan menyebar secara sporadis di pantai dan hutan Pasifik Barat.

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Para ilmuwan cemas jika wabah jamur mematikan yang pernah terjadi di Alaska pada 1964 akan melanda wilayah ‘langganan’ wartaekonomi.co.id /tag16208/ tsunami .html">tsunami, seperti Tanah Air. Mereka menilai, gempa besar di Alaska saat itu melahirkan tsunami yang kemudian membawa wabah jamur tropis yang berbahaya bagi manusia.

Jamur itu berevolusi dan menyebar secara sporadis di area pantai dan hutan Pasifik Barat Laut. Hasilnya, lebih dari 300 orang terkena penyakit kriptokokosis—menyerupai pneumonia sejak 1999. Bahkan, 10 persen di antaranya berakhir parah.

Baca Juga: Ngeri Banget! Cepat atau Lambat Negara Kepulauan Seperti Indonesia Bakal Tenggelam Karena . . . .

Bila teori itu benar, hal yang sama berpotensi terjadi di area yang pernah dilanda tsunami seperti Indonesia.

Adapun, jenis jamur yang dimaksud bernama Cryptococcuss gatii, muncul di kawasan bersuhu lebih hangat, contohnya: Australia, Papua Nugini, serta sejumlah wilayah Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.

Para peneliti mengatakan, jamur itu sudah menyebar melalui air pemberat yang terdapat di kapal-kapal. Usia molekuler jamur di pantai British Columbia dan Washington ditemukan setelah pelayaran dari beragam pelabuhan Amerika Selatan.

Dalam penelitian terbaru itu, dijelaskan penyebaran luas jamur mematikan itu. Menurut keduanya, gempa bumi besar Alaska yang berkekuatan 9,2 magnitudo pada 1964 berperan besar dalam penyebaran parasit itu.

Air yang dibawah oleh tsunami akibat gempa itu membawa jamur ke daratan, kata sang peneliti. Lalu, sang parasit tumbuh banyak di tanah dan pepohonan yang tersapu tsunami. Faktor lain seperti biologis dan fisik pun memperparah daya tular dan dosis racun jamur itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA