Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

NASA Bangun Teleskop Ruang Angkasa Senilai Rp 8,5 Triliun

Ahad 29 Sep 2019 06:05 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Israr Itah

Foto yang dirilis NASA diambil dari gabungan 3 teleskop.

Foto yang dirilis NASA diambil dari gabungan 3 teleskop.

Foto: NASA
Teleskop itu dipergunakan untuk mengetahui keberadaan asteroid berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) sedang membangun teleskop ruang angkasa baru. Teleskop itu dipergunakan untuk mengetahui keberadaan asteroid berbahaya yang berpotensi menabrak atmosfer Bumi.

Pembuatan teleskop inframerah itu disebut bakal menelan biaya 600 juta dolar AS atau sekitar Rp 8,5 triliun. Menurut laporan, megaproyek itu akan selsai pada 2025.

NASA mengatakan teleskop itu memungkinkan untuk menemukan 90 persen objek dekat bumi (NEO) yang akan mengenai bumi dalam 10 tahun. Sehingga, kejadian ledakan asteroid yang sempat terjadi di Rusia tak lagi terulang.

NASA menerangkan, teleskop itu merupakan pengembangan dari NEO-Cam, yang diusulkan pada 2013 namun tak pernah melampaui fase desain. Sehingga, proyek ini telah dibangkitkan kembali setelah sebuah asteroid cukup besar yang dapat memusnahkan sebuah kota muncul dalam jarak 45 ribu mil dari bumi terdeteksi melalui observatorium yang berada di Brasil.

NASA menjelaskan, bahaya batu ruang angkasa yang memasuki atmosfer bumi. Jika menabrak bumi, ledakan yang dihasilkan dapat menghancurkan area hingga mencapai 50 mil dari jatuhnya asteroid itu.

"Objek ini menyelinap melalui serangkaian jaring penangkap kami," kata Manajer Pusat Studi Objek Dekat Bumi di Jet Propulsion Laboratory NASA, Paul Chodas seperti dikutip dari Mirror, Sabtu (28/9).

Paul mengungkapkan kekhawatirannya jika situasi tersebut terjadi. Karena itu, dengan adanya teleskop tersbeut, tak ada asteroid yang menghantam bumi dan mengakibatkan sesuatu yang tidak diinginkan.

"Aku penasaran berapa kali situasi ini terjadi tanpa asteroid. Semoga tidak ditemukan sama sekali," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA