Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Arkeolog Pecahkan Misteri Pelabuhan Kuno Parion

Kamis 03 Oct 2019 21:20 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Kota pelabuhan kuno, Parion, Provinsi Canakkale Turki

Kota pelabuhan kuno, Parion, Provinsi Canakkale Turki

Foto: Daily Sabah
Pelabuhan kuno Parion diperkirakan berdiri 3.000 tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, CANAKKALE – Para arkeolog berhasil memecahkan misteri dari kota pelabuhan kuno Parion di Provinsi Canakkale barat Turki pada fase 1850 tahun. 

Menurut peneliti dari Universitas Ataturk, Hasan Kasapoglu, mereka telah bekerja untuk memecahkan misteri dari arsitektur odeon atau panggung untuk pertunjukan di kota pelabuhan kuno Parion sejak 2010.  

Kasapoglu mengungkapkan bahwa mereka telah menggali bagian dari tempat duduk odeon antara 2010-2014. Odeon merupakan bangunan yang digunakan orang Yunani dan Romawi kuno untuk pertunjukan musik, latihan menyanyi, kompetisi puisi, dan lainnya.   

Baca Juga

Para arkeolog pun mengumpulkan semua batu kuno yang ditemukan di situs itu dan meletakkan di tempatnya untuk mengelompokkannya sesuai dengan penggunaannya. 

“Dengan pengelompokan itu menjadi permulaan dari teka-teki penting yang memungkinkan para arkeolog menentukan panggung banguna kuno," seperti dilansir Daily Sabah pada Kamis (3/10).  

Kasapoglu melanjutkan bahwa para arkeolog menemukan potongan dekorasi yang diletakkan di pintu masuk setelah menyusun 40 bagian yang berbeda, disusul kemudian dengan pilar korintus dan detail arsitektur lainnya.  

Para peneliti pun berencana memanfaatkan teknologi untuk mengetahui panggung berdasarkan realitas virtual yang memungkinkan pengunjung memiliki kesempatan melihat panggung kuno. 

Kota kuno Parion sendiri didirikan sekitar 3.000 tahun yang lalu sebagai koloni oleh pemukim dari Eretria. Kota ini berfungsi sebagai pelabuhan penting bagi permukiman di sekitarnya pada saat itu. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA