Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Seminar Kebangsaan Jaga Api Nasionalisme Generasi Bea Cukai

Kamis 03 Oct 2019 17:36 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Mantan artis cilik dan seorang penerima beasiswa S2 LPDP, Tasya Kamila mengisi seminar ‘Kesadaran Kebangsaan Nasional’ untuk generasi muda Bea Cukai.

Mantan artis cilik dan seorang penerima beasiswa S2 LPDP, Tasya Kamila mengisi seminar ‘Kesadaran Kebangsaan Nasional’ untuk generasi muda Bea Cukai.

Foto: bea cukai
Tasya ikut menyemangati generasi muda Bea Cukai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bea Cukai menggelar seminar kebangsaan bertajuk ‘Kesadaran Kebangsaan Nasional’. Seminar ini khusus ditujukan untuk meningkatkan dan menjaga api nasionalisme dan rasa kebangsaan di dalam diri para pegawai muda Bea Cukai.

“Jika kita melihat komposisi pegawai Bea Cukai, dari 16.555 orang pegawai Bea Cukai, 73 persen-nya adalah generasi milenial yang hari ini kita sebut sebagai patriot muda Bea Cukai. Kami berharap generasi muda inilah yang menjadi motor untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Acara ini merupakan kelanjutan dari seminar sejenis yang telah digelar pada tanggal 11 September 2019 lalu, bertajuk ‘Aparatur Sipil Negara sebagai Bagian dari Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa’, dengan peserta seminar adalah para pejabat Bea Cukai. Heru mengatakan langkah-langkah ini ditempuh untuk menjaga kesatuan bangsa.

Baca Juga

"Dalam kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia adalah dengan mengadakan customs on boarding programme untuk para pegawai baru, diklat kesamaptaan, pembinaan mental, bakti sosial, serta menjalankan sistem pemantauan gaya hidup dan media sosial,” ucap Heru.

Selain mendengarkan paparan terkait tanggung jawab generasi muda dan tantangan yang dihadapi dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang menjadi keynote speaker dalam acara ini, para peserta seminar juga mengikuti talkshow yang menghadirkan mantan artis cilik dan seorang penerima beasiswa S2 LPDP, Tasya Kamila.

Tasya mengungkapkan pentingnya mengejar pendidikan, “Satu pesan yang saya ingat dari almarhum ayah saya, yaitu harta bisa habis, tetapi tidak dengan ilmu. Hal itu yang memotivasi saya untuk mengejar pendidikan," ucap dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA