Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Nasir Kejar Pertumbuhan Startup 3 Kali Lipat hingga 2024

Jumat 04 Oct 2019 06:13 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Nasir Kejar Pertumbuhan Startup 3 Kali Lipat hingga 2024. (FOTO: Sufri Yuliardi)

Nasir Kejar Pertumbuhan Startup 3 Kali Lipat hingga 2024. (FOTO: Sufri Yuliardi)

Jumlah startup yang mature atau mapan sekarang masih jauh dari target.

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir menyebut bahwa selama lima tahun ini, pertumbuhan startup (perusahaan rintisan) di Indonesia mencapai 1.037. Yakin dengan pertumbuhan pesat ini, ia menyatakan, pertumbuhan startup di Indonesia harus mencapai tiga kali lipat di akhir 2024 mendatang.

"Nanti, 2020 sampai 2024, ini harus sampai tiga kali lipat. Kalau sekarang 1.307, jadi 2024 itu harus mencapai 4.500 sampai 4.900," ujar asir di Jakarta Convention Center, Kamis (3/10/2019).

Baca Juga: Menggiurkan! Segini Kisaran Gaji Para Ahli Teknologi di Startup Tanah Air

Tidak hanya menargetkan jumlah startup, Nasir pun mengatakan bahwa jumlah startup yang sudah maju juga akan ditingkatkan. "Nah kalau mencapai angka itu, nanti yang akan mature harus di angka 150," katanya. 

Jumlah startup yang mature atau mapan sekarang masih jauh dari target yang disampaikan Nasir. Startup yang mapan sampai sekarang, bahkan belum mencapai 10 persen dari target tersebut.

"Baru 13 yang mature di Indonesia. Yang lain sudah tahap ke sana (menuju mapan) semua. Jadi, ada beberapa hal yang harus kita dorong karena perkembangan ini kan harus konsisten dan sustainable," ujarnya.

Baca Juga: Bangga! Ini Satu-satunya Startup Indonesia yang Masuk Daftar Y Combinator Top 100 Companies 2019

Mengejar target startup mapan tersebut, Nasir menyebut akan ada pembinaan startup yang segera dilakukan oleh pemerintah berkolaborasi dengan kementerian terkait.

"Nanti pembinaan kami lakukan, ada evaluasi selanjutnya. Kalau ini sudah menjadi startup yang baik, maka kami akan sampaikan ke Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan kementerian terkait. Kalau tidak, tidak akan berjalan. Harus berkoordinasi dengan menteri," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA