Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Ingin Rebut Posisi Ketua MPR, Gerindra tak Gentar Voting

Kamis 03 Oct 2019 14:29 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Juru Bicara Fraksi Gerindra di MPR RI, Andre Rosiade memberikan keterangan soal pengajuan Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR RI. Rabu (2/10).

Juru Bicara Fraksi Gerindra di MPR RI, Andre Rosiade memberikan keterangan soal pengajuan Ahmad Muzani sebagai Ketua MPR RI. Rabu (2/10).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Gerindra mengusung Ahmad Muzani jadi calon ketua MPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski belum mendapatkan kepastian dukungan dari fraksi lain, Partai Gerindra tetap mengusung Ahmad Muzani menjadi calon ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI. Ahmad Muzani akan bersaing dengan politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fadel Muhammad.

"Kenapa kita mengusung Ahmad Muzani? Karena Presiden dari PDI Perjuangan, ketua DPR RI juga dalam satu Koalisi Indonesia Kerja (KIK), kalau Bamsoet juga koalisi dari koalisi Jokowi," ujar politikus Partai Gerindra, Andre Rosiade, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (3/10).

Untuk mewujudkan itu, Andre menyampaikan, saat ini komunikasi dan lobi dengan fraksi lain terus dilakukan. Ia berharap bisa pemilihan ketua MPR RI dilakukan dengan cara bermusyawarah mufakat. Kendati demikian, jika memang diharuskan untuk dipilih melalui penghitungan suara, kata Andre, pihaknya tidak gentar.

"Kita lobi ke seluruh fraksi seluruh anggota DPD RI kita tidak masalah kalau ujungnya  akhirnya harus melalui voting jadi walaupun voting kita tetap akan maju," tegas

Lanjut Andre, jika ketua MPR RI dari Partai Gerindra maka diharapkan ada keseimbangan politik nasional. Juga untuk menghindari the winner takes all. Apalagi Partai Gerindra merupakan pememang kedua suara terbanyak pada pemilihan legislatif (pileg) 2019 lalu. Sehingga menurutnya, sangat objektif jika ketua MPR RI dari partainya.

"Tapi kebetulan Golkar memperoleh kursi yang lebih banyak karena mungkin dapatkan kursi-kursi yang murah di daerah pemilihan. Berbeda dengan Gerinda yang mendapatkan kursi yang lebih mahal," tutur Andre.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA