Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Hasto Tegaskan Hubungan Megawati dan Paloh Tetap Baik

Kamis 03 Oct 2019 13:11 WIB

Red: Andri Saubani

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Momen dingin Megawati dan Surya Paloh terjadi saat pelantikan anggota DPR/MPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanggapi beredarnya video yang menjadi viral di media sosial, yang menayangkan gambar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tidak bersalaman. Perisitiwa itu terjadi saat keduanya menghadiri pelantikan pelantikan pimpinan DPR pada Selasa (1/10).

"Ibu Mega dan Pak Surya diskusi secara intens beberapa hari lalu saat pertemuan di Istana Bogor. Jadi hubungannya baik-baik saja," kata Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/10).

Menurut Hasto, hubungan ketua umum partai-partai politik pendukung pemerintah semuanya baik-baik. Hanya kenyataan saat ini, apalagi dengan perkembangan media sosial dan media daring yang pesat, ada kecenderungan menguatnya politik drama di Indonesia.

Video yang menjadi viral di media sosial itu, kata dia, dibumbui dengan drama dan tafsir sepihak terkait Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. "Perkembangan media sosial dan tafsir media online sering penuh dengan bumbu-bumbu politik. Hal seperti ini yang membuat para Sekjen KIK (Koalisi Indonesia Kerja) sering tertawa bersama mencermati berbagai pemberitaan tersebut,” tutur Hasto.

Hasto menyebut, hubungan Megawati dengan para ketua umum KIK dan bahkan termasuk Ketua Umum Partai Gerindra berjalan baik. "Hubungan Ibu Megawati dengan para ketua umum parpol baik-baik saja, termasuk dengan Bang Surya," ujar Hasto.

Hasto menyaksikan, dalam sejumlah pertemuan atau dialog dengan Presiden Jokowi, komunikasi antarpimpinan parpol pun baik. PDI Perjuangan dengan seluruh jajarannya menjalankan tradisi budaya orang timur, yakni tradisi silaturahim dan tradisi berdialog.

"Saya pribadi menjadi saksi, bagaimana hubungan antarpemimpin berjalan baik. Pada saat makan malam dengan Presiden, juga penuh suasana keakraban, demikian pula saat Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) bertemu dengan Ibu Megawati," tegas Hasto.

Hasto menambahkan, ada hal yang lebih substantif untuk dibicarakan dari pada terjebak dalam drama ataupun bumbu politik. Bagi PDI Perjuangan, kata dia, politik itu ideologis, substantif, dan berkeadaban, bukan drama atau sinetron.

Politik memuat komitmen dan dedikasi bagi bangsa dan negara sehingga kerja sama seluruh partai pengusung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dalam perspektif itu. Hasto menerangkan, hubungan dan kerja sama antarpartai dan antarpimpinan partai berjalan baik karena hal tersebut ditopang oleh budaya silaturahim bangsa.

Pada saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, menurut dia, Megawati, Airlangga, Surya Paloh, Muhaimin, dan Suharso Monoarfa menyampaikan gagasan yang konstruktif, dan semua berkolaborasi untuk memastikan terciptanya suasana politik yang kondusif.

"Dengan demikian dalam hal gagasan politik, kerjasama politik, kuat sekali kesepahaman di antara pemimpin. Kesepahaman yang kuat itu karena secara pribadi, suasana kebatinan, sudah terbangun semangat kebersamaan tersebut," kata Hasto.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA